Jember – Jempolindo.id – Fakultas Pertanian masih menjadi unggulan, yang diharapkan memberikan sumbangsih keilmuannya untuk memenuhi kebutuhan mendasar manusia , yakni kebutuhan pangan. Hal itu disampaikan Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU, saat membuka secara resmi Opening Ceremony Musyawarah Nasional (MUNAS) dan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) IBEMPI XV, di gedung Sutarjo Universitas Jember, pada selasa (02/08/2022) pagi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Jember Imam Sudarmaji, Wakil Rektor 1 Prof Drs. Slamin M Com Sc PhD, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember Prof Dr Ir Soetriono, M P, serta Presnas dan Korwil lkatan BEM Pertanian Indonesia Hamzah Wathoni.
Bupati Hendy berharap melalui Munas dan Rakernas IBEMPI, dapat menghasilkan program yang bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Seperti Program Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Kita mahluk hidup ini butuh pangan, gak terlalu butuh BBM, itu dapat dihasilkan dari dunia pertanian,” ujar Hendy.
Dengan adanya IBEMPI, kata Hendy, maka keberadaan Fakultas Pertanian yang ada di seluruh Indonesia dapat memberikan perannya lebih maksimal.
“Kita hidup didunia juga sebagai mahluk sosial, yang membutuhkan pengabdian, karenanya ilmu pengetahuan yang sudah dipelajari di dunia kampus, seyogyanya dapat lebih bermanfaat,” tegasnya.
Presidium Ikatan Pertanian Bem Indonesia (IBEMPI) Hamzah Wathoni, saat di konfirmasi Jempolindo usai acara pembukaan Rakernas yang ke XV menjelaskan, IBEMPI berdiri sejak tahun 2006 di Institut Pertanian Bogor, yang tergabung dalam IBEMPI terdiri dari 90 Perguruan Tinggi Faperta di seluruh Indonesia.
“Sampai hari ini, Alhamdulillah masih konsisten untuk melanjutkan sebagai organ mahasiswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hamzah mengatakan, IBEMPI adalah wadah berkumpulnya mahasiswa Pertanian seluruh Indonesia, bergerak didalam wadah pergerakan wadah pengabdian dan penelitian, IBEMPI masih terus konsisten.
“IBEMPI terus bergerak dan melakukan pengawalan terhadap perkembangan pertanian Indonesia,” ujarnya
Untuk mengawal isu pertanian, kata Hamzah, IBEMPI sampai saat ini masih konsisten memberikan solusi yang sekiranya mampu diberikan, baik itu di daerah, Kabupaten, Provinsi bahkan di tingkat Nasional.
“Dengan begitu, harapan besar IBEMPI bisa terus mengabdi untuk rakyat sebagai mana jargonnya sampai hari ini terus di gaungkan,” tandasnya.
Semangat itu, kata Hamzah dimaksudkan supaya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat bukan hanya mahasiswa saja
“Mahasiswa harus hadir untuk masyarakat,” imbuhnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Prof Dr Ir Soetriono M, bahwa keberadaan BEM Indonesia mengabdi untuk rakyat.
“Saya ingin Mahasiswa Fakultas Pertanian Jember, nanti setelah lulus kuliah masih tetap mengabdi kepada masyarakat dan Negara,” tegasnya.
Soetriono khawatir, Mahasiswa setelah lulus kuliah tidak lagi perduli tentang ketahanan pangan
“Saya kuatir adik – adik setelah lulus pergi ke kota kemudian pakai dasi tanpa memperhatikan hasil pangan kita,” jelasnya.
Melalui Munas IBEMPI XV, ia berharap, nagasuswa bisa menyuarakan pemikiran tentang pertanian, sehingga sebagai generasi muda bisa memberikan sumbangsih untuk masyarakat.
“Saya ucapkan selamat bermusyawarah mudah – mudahan menghasilkan solusi terbaik untuk petani,” Jelas Soetriono. (Agung)