JEMBER – JEMPOLINDO.ID – Bank Sampah Induk (BSI) Jember menggelar workshop tentang pemilahan sampah anorganik agar dapat bernilai ekonomis, pada Kamis (26/8/2021).
Ketua BSI Jember, Ahmad Sugiarto mengatakan, jika sampah anorganik jika dikelola dengan baik, dapat menghasilkan nilai ekonomis yang lumayan.
“Kalau sampah dari rumah tangga itu kelihatannya sedikit, tapi ketika kita tau bagaimana sampah ini di kelola, bisa bernilai ekonomis yang luar biasa,” kata Cak Man, sapaan akrabnya, kepada sejumlah wartawan.
Cak Man menjelaskan, kesadaran masyarakat terhadap sampah, saat ini masih kurang. Dan saat ini pihaknya kesulitan untuk mendapatkan pegiat sampah. Namun, kedepannya ia berencana menggandeng kelembagaan di instansi maupun pendidikan.
“Kita ingin menggandeng pihak yang bersentuhan dengan masyarakat, minimal pendidikan. Karena, ketika kita mengedukasi anak tentang sampah, ke depannya generasi kita akan tahu bahwa manfaat sampah dan dampak sampah itu sendiri,” katanya.
Hoirul dinia, salah satu peserta mengatakan, dengan diadakannya workshop ini sangat membantu. Karena, selama 5 tahun membentuk bank sampah ia mengaku tidak tahu cara mengembangkannya untuk mendapatkan nilai ekonomis.
“Tadi sudah dijelaskan tentang cara membedakan sampah, mana sampah yang bisa memberikan nilai ekonomis,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Eko Heru Sunarso mengatakan, diadakannya workshop ini untuk merubah stigma masyarakat bahwa sampah bisa menjadi suatu nilai ekonomis.
“Hari ini kita melakukan bagaimana sampah ini bisa jadi uang. Jadi bukan sampah jadi tempat yang menjijikan dan ini sudah dibuktikan oleh Bank Sampah Balung Kulon,” pungkasnya. (*)