Jakarta – Aktivis ET KORUB (Elemen Tangkap Koruptor BUMN) melakukan aksi di depan gedung Kementrian BUMN Jakarta Pusat, (Kamis (2/6/2022). Mereka menilai kebijakan yang diambil oleh Menteri BUMN seringkali merugikan kementrian korporasi plat merah itu sendiri.
ET KORUB membawa sejumlah tuntutan diantaranya adalah :
- Stop jadikan kementerian BUMN sebagai sapi perah untuk kepentingan politik praktis 2024.
- Meminta Kapolri untuk perintahkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi bereskrim agar segera mengusut dugaan patgulipat dalam Investasi Telkomsel kepada GOTO.
- Stop penyertaan modal negara kepada BUMN-BUMN yang secara finansial sudah bangkrut.
- Erick Thohir harus mundur dari jabatannya sebagai menteri BUMN.
Koordinator aksi ET KORUB Yaser Hatim mengatakan bahwa BUMN seharusnya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
“BUMN adalah alat yang menjadi kendaraan untuk negara menguasai hajat hidup orang banyak, Untuk itu pengelolaan BUMN harus dipastikan tetap on the track demi kepentingan rakyat sehingga pengawasan terhadap tata kelola BUMN harus benar benar ketat, akuntabel dan teliti,” tegasnya.
Yaser menambahkan bahwa Eric Tohir selaku menteri BUMN harus bisa bersikap amanah dalam mengelola Perusahaan perusahaan plat merah yang ada dibawah kementriannya.
“Menteri BUMN yang dimandatkan sebagai perwakilan negara sebagai pemilik BUMN harus dipastikan menjalankan amanah semata mata untuk kepentingan rakyat. Tidak boleh ada sama sekali ruang kepentingan pribadi dan kelompok, terutama menjelang kontestasi politik di 2024 yang membuka lebar peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang.”
Selain itu ia juga menilai adanya kemungkinan keterlibatan pihak-pihak tertentu terkait pengambilan keputusan investasi telkomsel-yang merupakan anak perusahaan BUMN TELKOM kepada GOTO.
“Salah satu contoh kasusnya adalah indikasi adanya pat gulipat dan main mata menteri BUMN dan para kroninya dalam investasi telkomsel-yang merupakan anak perusahaan BUMN TELKOM kepada GO – TO perusahaan hasil merger 2 perusahaan dexacorn indonesia, GOJEK dan TOKOPEDIA,” Tutupnya. (#)