CUITAN REDAKSI
Beranda / CUITAN REDAKSI / Dima : “Saya Ingin Memperbaiki Tatanan Kabupaten Jember”

Dima : “Saya Ingin Memperbaiki Tatanan Kabupaten Jember”

Jember _ Jempolindo.id _ Dima Akhyar ahirnya menjawab keragu-raguan banyak pihak. Diantar sebagian pendukungnya, Dima mendaftar sekaligus mengembalikan berkas Bakal Calon Bupati Jember di Kantor DPC Partai Gerindra Jember, Jum’at (15/11).

Dima Akhyar saat diterima Ketua DPC Gerindra

Dima Akhyar saat diterima Ketua DPC Gerindra M Satib

Mantan Ketua Bawaslu Jember itu  diterima Ketua DPC Partai Gerindra Moh  Satib beserta jajarannya. Perbincangan keduanya terlihat akrab.

“Saya dan pak Satib dulu bertetangga, kami sudah saling kenal,” kata Dima.

Dima menyatakan pilihannya melalui Partai Gerindra merupakan pilihan politik yang sudah dipertimbangkannya.

“Saya mendaftarkan diri sebagai Bacabup melalui Partai Gerindra tentu sebagai warga Jember ingin bersama – sama turut aktif dalam kancah pilkada tahun 2020,” ungkapnya.

Melacak Jejak Sejarah dan Makna Kata “Londo Ireng”

Dima

Foto bersama di depan Kantor DPC Partai Gerindra Jember

Dima merasa ada keselarasan dengan Partai Gerindra, yang sudah tentu ingin Jember ke depan lebih baik.

“Karenanya saya ingin bersama Gerindra membuat tatanan Jember menjadi lebih baik,” tuturnya.

Saat Ketua DPC Partai Gerindra Jember Moh Satib menerima pengembalian berkas  Dima, menyatakan hari ini merupakan hari terahir pendaftaran dan pengembalian berkas bacalon Bupati Jember.

“Batas minimal pendaftar sudah terpenuhi. Pendaftaran akan ditutup hari ini sampai  jam.00.00 nanti malam,” katanya.

Semula, kata Anggota DPRD Propinsi Jatim itu, Partai Gerindra tidak membuka pendaftaran Bakal Calon Bupati Jember.

Pusaran Rasuah di Lombok Barat: Dari Alphard hingga Sapi Kurban

“Kami awalnya hanya ingin menelusuri bakal calon melalui rekam jejaknya. Hanya saja, berdasarkan pertimbangan  berbagai pihak ahirnya dibuka pendaftaran,” katanya.

Pensaftaran Balon Bupati Jember, kata Satib merupakan upaya Gerindra membuka ruang bagi putra putri terbaik untuk turut serta dalam kancah Pilkada tahun 2020.

“Gerindra tidak ingin dinilai sebagai partai tertutup dan terkesan tidak demokratis,” ujarnya.

Satib mengaku Gerindra belum memiliki bakal calon yang akan diusung. Semua pendaftar mendapat peluang yang sama.

“Meski kewenangan Rekom Partai di tangan DPP, Saya berjanji akan mengawal seluruh tahapan secara objektif,” katanya. (*)

Realita menjadi guru honorer di balik janji PPPK 2026

× Advertisement
× Advertisement