19.6 C
East Java

Tim PKM-VGK UNESA Kenalkan Inovasi SMARTBOYSHIP kepada PT PELNI 

SURABAYA, JEMPOLINDO.ID – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengadakan audiensi dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI).

Audiensi itu sebagai bagian dari upaya memperkenalkan inovasi SMARTBOYSHIP, sekaligus memperoleh masukan dan dukungan dari praktisi industri terhadap pengembangan gagasan tersebut.

Inovasi yang diusung berjudul “SMARTBOYSHIP: Kapal Dual-Mode Otomatis Berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) Terintegrasi BMKG-GPS untuk Mewujudkan Transportasi Cerdas dan Mendukung Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan Indonesia.”

Pertemuan ini menjadi forum diskusi yang mempertemukan mahasiswa dengan pihak PT PELNI untuk membahas berbagai tantangan penyelenggaraan transportasi laut di Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan konsep SMARTBOYSHIP sebagai kapal pintar yang mengombinasikan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT), informasi cuaca dari BMKG, sistem navigasi GPS, serta pemanfaatan energi baru terbarukan.

Integrasi teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pelayaran, memperlancar distribusi logistik, dan mendukung ketahanan pangan di daerah yang masih sangat bergantung pada transportasi laut.

Selain memperkenalkan konsep inovasi, audiensi ini juga dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai masukan dari PT PELNI, baik dari sisi teknis, operasional, maupun implementasi.

Tim PKM-VGK UNESA berharap saran yang diberikan dapat menjadi dasar penyempurnaan SMARTBOYSHIP sehingga memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan pada masa mendatang.

Sinergi antara perguruan tinggi dan industri dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan sektor transportasi maritim nasional.

Menanggapi presentasi tersebut, Kepala Bagian Operasional dan Pelayanan PT PELNI, Galih Aji Pinardi, menyampaikan apresiasinya terhadap gagasan yang dikembangkan oleh tim mahasiswa UNESA.

Menurutnya, SMARTBOYSHIP mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan transportasi maritim Indonesia dengan menghadirkan solusi berbasis teknologi yang inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Kami mengapresiasi inovasi SMARTBOYSHIP yang dipresentasikan oleh Tim PKM-VGK Universitas Negeri Surabaya. Gagasan ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melihat berbagai tantangan transportasi maritim secara menyeluruh, kemudian menawarkan solusi yang memadukan teknologi digital, sistem logistik, dan keberlanjutan energi dalam satu konsep yang terintegrasi,” ujar Galih Aji Pinardi.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa SMARTBOYSHIP memiliki prospek yang baik sebagai konsep inovasi untuk mendukung transportasi laut di kawasan kepulauan.

Namun, menurutnya, masih diperlukan pengembangan lebih lanjut agar konsep tersebut dapat diwujudkan menjadi solusi yang aplikatif.

“Secara konsep, SMARTBOYSHIP memiliki nilai inovasi yang baik dan relevan dengan kebutuhan transportasi laut di wilayah kepulauan. Ke depan, gagasan ini masih dapat terus disempurnakan, terutama pada aspek desain teknis kapal, integrasi dengan sistem operasional yang telah berjalan, kajian keselamatan, regulasi, hingga analisis kelayakan implementasi agar inovasi ini semakin matang dan realistis untuk dikembangkan,” jelasnya.

Pada akhir audiensi, Galih Aji Pinardi berharap semangat inovasi yang ditunjukkan mahasiswa dapat terus berkembang sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam memajukan sektor transportasi maritim Indonesia.

“Kami berharap semangat inovasi seperti ini terus tumbuh di kalangan mahasiswa. PT PELNI mengapresiasi setiap gagasan konstruktif yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan transportasi maritim Indonesia di masa mendatang. Semoga SMARTBOYSHIP dapat terus berkembang melalui riset dan kolaborasi yang berkelanjutan,” tutupnya.

Melalui kegiatan audiensi ini, Tim PKM-VGK UNESA berharap SMARTBOYSHIP tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam Program Kreativitas Mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi laut yang lebih cerdas, aman, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah kepulauan Indonesia. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img