Jember,Jempolindo.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPN 1 Panti Kecamatan Panti Kabupaten Jember, dimulai pada Senin (14/07/2025).

SMPN 1 Panti, merupakan salah satu sekolah yang pernah mendapat Penghargaan dari ASTRA, Sebagai salah satu sekolah pegiat Adiwiyata.
“Penghargaan ini bagian tindak lanjut dari penghargaan tahun lalu yaitu sekolah peduli sampah,” jelas Kepala Sekolah SMPN 1 Panti, saat ditemui diruang kerjanya.
Untuk tahun ini, SMPN 1 Panti mengikuti sekolah Genza, yaitu pengolahan sampah untuk pakan lele.
“Kita mendapat bantuan dari Astra, berupa pengolahan sampah untuk pakan lele,” ujarnya.
Mentor yang menangani pengolahan sampah itu, berasal dari Tim HPAI kabupaten Jember.
“Mentornya Ibu Yulia, yang kebetulan Guru di SMP Negeri 1 Panti juga,” ungkap Astuti.
Siswa Yang Mengikuti MPLS
Melalui Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB), menurut Astuti, untuk kelas 7 sudah memenuhi pagu yang ditetapkan Dinas Pendidikan, sebanyak 224 siswa, yang seleksinya dilakukan dalam 2 tahap.
Tahap pertama 134 siswa, tahap ke 2 jalur domisili 90 siswa.
“Dari kegiatan SPMB yang kemarin kita adakan, ada 36 calon siswa yang tidak bisa kita terima, karena terbatasnya Pagu,” jelasnya.
Kekurangan Ruang Kelas Belajar
Sebetulnya, SMPN 1 Panti masih kekurangan 3 ruang kelas.
“Sementara, kami menggunakan ruang lab IPA, dan Lab TIK yang kita gunakan untuk ruang belajar,” ujarnya.
Sebenarnya, SMP Negeri 1 Panti punya lahan kosong yang siap dibangun, untuk menambah ruang kelas belajar (RKB).
“Tapi sampai sekarang, kami masih menunggu bantuan dari pemerintah untuk pembangunan RKB baru,” ujarnya.
Astuti berharap, pada tahun ajaran berikutnya, ada kesempatan menambah Pagu.
“Jika mungkin, kita akan menggunakan kesempatan itu untuk menambah pagu penambahan Kelas,” ujarnya.
Penyediaan Seragam Sekolah
Mengenai seragam sekolah, SMP Negeri 1 Panti tidak mewajibkan siswa baru membeli seragam dari sekolah.
“Waktu pertama anak anak mendaftar, atau saat registrasi kami sampaikan bahwa sekolah tidak menjual seragam,” jelasnya.
Hanya saja, bagi siswa baru yang membutuhkan, pihak sekolah bersedia membantu.
“Jika orang tua meminta kepada kami untuk menyiapkan seragam, kami menangani sesuai pesanan yang diajukan oleh orang tua murid,” katanya.
Agar tidak menimbulkan salah presepsi, pihak sekolah meminta orang tua murid mengajukan permohonan.
“Sebagai bukti bahwa orang tua memang meminta bantuan untuk menyiapkan seragam untuk putra putrinya,” tandasnya.
Dukungan Kebijakan Bupati Jember Berantas Buta Aksara
Sebagai lembaga pendidikan, Astuti menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam memberantas buta huruf dan buta aksara.
“Kami berharap, lulusan SD di sekitar Panti, dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih, tinggi. Sehingga program Bupati Jember, memberantas buta aksara dan angka dapat terpenuhi,” tandasnya.
Sebagai tambahan informasi, SMP Negeri 1 Pantimemiliki 38 guru pengajar dan 4 staf TU. (Slmt)





