16.1 C
East Java

Warga Jatim Ter Dedi Dedi

Loading

Surabaya, Jempolindo.id – Warga Jawa Timur membandingkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Keduanya, punya gaya kepemimpinan yang berbeda.

“Wes ah sekarang Warga Jatim mulai kena virus Kang Dedi Mulyadi dan menuntut agar gubernur Khofifah dan Mas Emil Dardak untuk mencontoh cara kerja Gubernur Jawa Barat,” dikutip dari status akun Facebook @antara ada dan tiada.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dinilai kurang responsif terhadap kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor. Kritikan tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya kelompok yang secara terbuka menyampaikan ketidakpuasannya adalah klub motor CB Indonesia (CBI), yang beranggotakan ratusan ribu pecinta motor klasik di wilayah tersebut.

Ketua Klub CB Jawa Timur, Suvianto, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin Gubernur Khofifah seperti Gubernur Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kedua provinsi tersebut telah memberlakukan kebijakan penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor atau pemutihan pajak untuk meringankan beban masyarakat.

Selain itu, warganet juga menyentil Khofifah dan gubernur lain agar tak gengsi mengikuti program pemutihan pajak seperti program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Warganet berharap bahwa Gubernur Khofifah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi keluhan yang terus disuarakan oleh warga Jawa Timur.

Sebelumnya, Keputusan Dedi Mulyadi yang menjalankan program pemutihan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat berlaku hingga 6 Juni 2025.

Namun, melihat kondisi di lapangan dan antusiasme masyarakat yang bayar pajak, Dedi pun memutuskan untuk memperpanjang masa berlaku program tersebut hingga 30 Juni mendatang.

Melalui Vidio rekaman, Gubernur Jawa Timur Khofifah menjawab keresahan masyarakat, bahwa kebijakan Gubernur Jawa Barat sudah ketinggalan.

“Provinsi Jawa Timur sudah lebih dulu melakukan kebijakan itu, sudah teralokasi 1,54 triliun, yang menggunakan sudah 11,8 juta objek,” katanya.

Kebijakan pembebasan denda pajak kendaraan bermotor itu dilakukan selama 5 tahun.

“Sudah lima tahun, bukan akan tapi sudah dilakukan,” tegasnya.

Berharap Khofifah Meniru Dedi

Gaya kepemimpinan Bapak Aing, sapaan akrab Dedi Mulyadi, memang sedang mempesona publik.

Pria kelahiran 1971 itu langsung turun menyelesaikan beragam permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mulai dari urusan pembangunan pagar di sebuah perumahan, membantu masyarakat kurang mampu, hingga mengobrak abrik anggota DPRD yang sedang main skak.

Seperti status akun Facebook @Andjar Pras, yang membandingkan gaya kepemimpinan Khofifah dan Dedi Mulyadi.

“Seandainya Aku punya Gubernur macam begini….. Niscaya Jawa Timur bakal maju,” tulisnya. (MMT)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img