25.3 C
East Java

Kiat Pemkab Jember Tangani Inflasi 

Loading

Jember _ Jempolindo.id _ Agar kondisi perekonomian di Kabupaten Jember, tetap berjalan stabil, maka Pemkab Jember melakukan  serangkaian strategi untuk tangani inflasi.

Baca juga: Tekan Inflasi Jember masuk 15 besar Kemenkeu beri insentif Rp 10,2 M

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan membagikan 150 ribu bibit tanaman cabai dan bawang merah. Bibit itu dibagikan kepada warga Jalan MT. Haryono Gg. Demak Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari Jember, Minggu (11/12/ 2022.).

Jempolindo, Jember, Pemkab Jember, Tangani Inflasi 
Keterangan: Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU saat berbincang bersama warga yang menerima bantuan benih

Bibit tersebut nantinya diharapkan dapat ditanam oleh warga di lingkungan rumahnya masing-masing.

“Setelah bibit itu ditanam, tumbuh besar lalu berbuah, maka akan menjadi sarana penghematan pengeluaran biaya kebutuhan hidup sehari-hari, dengan penghematan ini juga akan mengendalikan inflasi,” ujar Bupati Hendy Siswanto,

Hendy mengatakan, bahwa bibit tanaman cabai dan bawang merah merupakan penyumbang naiknya inflasi di Kabupaten Jember.

Inflasi, menurut Hendy harus dikendalikan, agar jangan terlalu tinggi dan terlalu rendah. Karenanya, harus terkendali.

Kabupaten Jember , kata Hendy sempat mendapatkan penghargaan dari Kementerian keuangan RI, setelah berhasil mengendalikan inflasi pada bulan September 2022.

“Kita optimis, pada bulan Desember, inflasi di Kabupaten Jember dapat kita kendalikan dengan baik,” ujarnya.

Selain membagi benih tanaman, Pemkab Jember juga melakukan upaya dalam mengendalikan inflasi.

Upaya itu diantaranya, dengan menggelar pasar murah menjelang Natal dan Tahun Baru, penggratisan angkutan kota di jam-jam tertentu, pelaksanaan berbagai event besar yang melibatkan UMKM, dan mendorong pemberdayaan masyarakat agar menjadi wirausaha baru.

“Mari saling gotong royong kita kuatkan perekonomian Jember,” ajaknya.

Tampak hadir saat giat berbagi benih itu, jajaran OPD Pemkab Jember, Anggota DPRD Jember dan instansi terkait lainnya.

Jempolindo _ Sempat Tercatat Tertinggi Se Jatim

Seperti dilansir Antaranews.com, Inflasi bulan November 2022 di Kabupaten Jember, sempat tercatat sebesar 0,81 persen. Sedangkan  indeks harga konsumen 115 persen tercatat sebagai inflasi tertinggi se-Jawa Timur.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Jember pada November 2022,  melampaui inflasi Jatim sebesar 0,32 persen dan inflasi nasional hanya 0,09 persen.

“Dari delapan kota sebagai acuan IHK di Jawa Timur, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,81 persen dan terendah di Kota Malang sebesar 0,12 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Tri Erwandi dalam konferensi pers di Kantor BPS setempat..

Ia menjelaskan inflasi di Jember hingga November 2022 mencapai 7,76 persen dengan IHK sebesar 115 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding tujuh kota IHK lainnya dengan angka inflasi terendah tercatat di Kota Kediri 5,93 persen. Sedangkan inflasi Jatim sebesar 6,62 persen.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,9 persen dan kelompok transportasi sebesar 14,18 persen,” tuturnya.

Tri Erwandi menjelaskan beberapa komoditas dan kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi pada November 2022 di Jember adalah tarif air PDAM, minyak goreng, tomat, tempe, bawang merah, dan daging ayam ras.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi tahunan hingga November 2022 adalah bahan bakar minyak premium, tarif air PDAM, beras, tempe, dan rokok kretek filter.

Berdasarkan komponen, lanjut dia, inflasi komponen bahan makanan di Jember pada November 2022 sebesar 0,89 persen dan inflasi komponen energi sebesar 0,16 persen.(#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img