Jember – Jempolindo.id – Atap bangunan SDN Gelang 7 Dusun Lanasan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Jember ambruk, Sabtu (8/10/2022) sekira pukul 07.10 WIB
Ambruknya atap bangunan sekolah itu, diduga akibat kerangka galvalum tidak mampu menahan beban atap sekolah yang terlalu berat.
Menurut Plt Dispendik Kabupaten Jember Hadi Mulyono, yang ditemui di lokasi kejadian, sekolah dasar negeri tersebut berdiri sejak tahun 1984. Kemudian sekitar tahun 2009 lalu, sekolah dasar negeri yang berada di daerah pelosok Jember itu, pernah mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk dilakukan rehab pada bagian atap bangunan.
“Beruntung, tidak ada korban dalam musibah ambruknya atap bangunan sekolah tersebut. Kebetulan hari ini, para siswa libur perayaan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
Sedangkan, menurut Guru Olahraga SDN Gelang 7 Saiful Arip, untuk kerusakan bangunan sekolah kurang lebih 60 persen.
“Kejadiannya pagi tadi mas. Ambruknya atap sekolah ini, mungkin karena curah hujan tinggi. Apalagi terakhir direhab sekitar tahun 2009 lalu, dari anggaran DAK (dana alokasi khusus). SD ini berdiri sejak tahun 1984,” kata Saiful.

Terkait kerusakan bangunan sekolah tersebut, Saiful mengatakan, ada empat kelas yang mengalami rusak parah.
“Yang rusak parah kelas 1-4, dua kelas yakni 5-6 rusak ringan. Terus bangunan sekolah lain seperti MCK dan lainnya juga rusak,” sebutnya.
Mengetahui informasi ambruknya atap sekolah tersebut, kata Rezha, anggota TRC BPBD Jember langsung melakukan asessment dengan mengirimkan 17 orang personel.
“Selain itu, kami juga dibantu anggota dari Polres Jember, TNI, dan unsur relawan lainnya,” kata Rezha.
Dari hasil Asessment, Rezha menjelaskan, akibat atap bangunan ambruk itu. Diketahui 4 ruang kelas mengalami rusak berat.
“Atap bangunan sekolah ini ambruk dan mengalami rusak berat. Terutama bagian kelas 1, 2, 3, dan 4. Beruntung tidak ada korban, karena siswanya libur,” kata Anggota TRC BPBD Jember Rezha Pratama saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
“Selain itu, ruang MCK juga rusak berat, dua kelas lainnya alami rusak ringan,” sebutnya.
Dengan kejadian atap bangunan ambruk itu, Rezha menambahkan, kegiatan belajar mengajar siswa dipastikan terganggu.
Sehingga TRC BPBD Jember mendirikan dua tenda darurat sebagai ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara.
“Selain itu, untuk ruang kelas darurat itu. Juga dibantu satu tenda darurat dari Polres Jember. Untuk jumlah siswa ada 176 orang dari kelas satu sampai enam, dan terganggu kegiatan belajarnya,” ujar Rezha.
Atap SD di Jember Ambruk Polisi Masih Lidik Penyebabnya.
Terkait penyebab ambruknya atap bangunan sekolah tersebut, kata Hery, diduga akibat curah hujan tinggu di lokasi kejadian.
“Namun demikian, kita akan melakukan lidik lebih lanjut terkait penyebab pastinya. Sementara diduga karena hujan itu. Karena di wilayah Jember beberapa hari belakangan hujan terus,” ucapnya.
Terkait proses KBM untuk sementara, lanjutnya, para siswa nantinya akam belajar di tenda darurat. “Tadi dipasang dua tenda darurat dari BPBD Jember, dan satu dari Polres,” ucapnya. (Git/Fit)