17.1 C
East Java

Pembangunan TPT APBD Provinsi Jatim di Desa Jenggawah Jember Diduga Bermasalah 

Loading

Jember – Jempolindo. idPembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) di Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember, yang anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Jatim (Jawa Timur) Tahun Anggaran 2021, diduga bermasalah.

Pasalnya, menurut sumber media ini, dua bangunan TPT yang berada di Dusun Babatan, Desa Jenggawah Kecamatan Jengawah, Kabupaten Jember itu, diduga peralihan dari Desa Sruni Kecamatan Jenggawah.

Dugaan diperkuat dengan alamat yang tertulis di papan prasasti tidak sesuai dengan lokasi bangunan tersebut dibangun.

Pembangunan TPT, APBD Provinsi Jatim
Pembangunan TPT APBD Provinsi Jatim di Desa Jenggawah Jember Diduga salah lokasi

Berdasarkan pantauan media ini, dilokasi pada Kamis Siang (29/09/2022), terdapat dua prasasti, yang di atasnya tertulis bahwa bangunan drainase bersumber dari dana hibah provinsi Jawa timur tahun 2021 oleh Pokmas Tiga Serangkai dan Pokmas WargaKarya. Sedangkan dua Pokmas dimaksud beralamat di Desa Sruni, bukan Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.

Pembangunan TPT, APBD Provinsi Jatim
Papan Nama Pembangunan TPT APBD Provinsi Jatim yang salah tempat

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Jenggawah Supardi mengatakan, bahwa pihak desa selama ini tidak pernah dilibatkan dalam pekerjaan fisik bangunan drainase yang dimaksud.

“Kadang kadang desa hanya dilewati tok,” ucap Supardi.

Supardi, menjelaskan bahwa di Desa Jengawah tahun 2021 dan 2022 ada sekitar 140 sampai 160 Pokmas yang mengajukan dan sudah ditandatangani. Namun pihaknya tidak mengetahui nama Pokmas yang sudah terealisasi.

“Karena banyak tidak mungkin menghafalkan satu persatu,” ujar Supardi, saat ditemui di kantor Desa Jenggawah.

Terkait perbedaan lokasi yang tertulis di prasasti dengan lokasi bangunan, Supardi, menjelaskan bahwa kemungkinan ada kesalahan dari tulisan prasasti yang dimaksud.

“Mungkin salah tulis itu, Coba sampeyan tanyakan ke Jarwo mungkin dia bisa menjelaskan,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Sruni Khoeri membenarkan, bahwa nama Tiga Serangkai tercatat sebagai Pokmas di Desa Sruni namun Pokmas Warga Karya belum diketahui.

“Kayaknya ada, coba nanti saya cek soalnya ada di fail Komputer,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa di Desa Sruni ada 13 Pokmas yang sudah terealisasi, namun untuk Pokmas Tiga Serangkai memang belum terealisasi.

Terpisah, Jarwo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa terkait perbedaan lokasi di prasasti dengan lokasi bangunan ada kekeliruan pemasangan dilapangan.

“Iku keliru masang iku, garek ganti iku,” jelas Jarwo..

Disinggung terkait fisik bangunan Drainase, diduga tidak ada galian, dia menampik bahwa itu tidak benar.

“Kalo gak ada galian yo ambruk,” sanggah Jarwo.

Jarwo menjelaskan, bahwa tahun ini Ia tidak mengerjakan proyek drainase dan hanya mengerjakan tahun 2021, itupun hanya sebatas perbantuan pengawasan dari provinsi Jawa Timur

“Tahun 2022, yang mengerjakan bukan saya, ada orang lain,” katanya. (Agung)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img