Jember – jempolindo.id – Perjuangan Masyarakat Puger untuk dapat mengelola tambang Batu Kapur Gunung Sadeng, terus digelorakan.
Pantauan di lapangan, tampak Ratusan Masyarakat Kecamatan Puger yang tetgabung dalam Persatuan Tumangan Gunung Sadeng (PTGS), bertepatan dengan Peringatan HUT RI ke-77, menggelar dekrarasi damai, bertempat di lapangan umum Desa Kasian Tmur Kecamatan Puger, pada Minggu (21/8/2022) siang.

Acara deklarasi damai “Puger Gugat” dihadiri Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember Edy Budi Susilo, serta ratusan warga Kecamatan Puger, Muspika Kecamatan Puger, anggota DPRD Jember dan Kepala Desa Kasian Timur Harianto.
Menurut keterangan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember, deklarasi damai yang digelar masarakat Puger tersebut, berkaitan dengan keinginan masyarakat Puger ikut mengelola dengan meminta wilayah khusus bagi penambang tradisional yang ada di Gunung Sadeng.
“Keinginan masarakat mengelola Gunung Sadeng tersebut, selaras dengan keinginan Bupati Jember,” ujarnya
Kata Edy, Bupati Jember Ir Hendy Siswanto ST IPU, juga berkeinginan masyarakat dapat mengelola Gunung Sadeng, hasilnya demi kesejahtraàn masarakat sekitar Kecamatan Puger.
“Melalui Persatuan Tumangan Gunung Sadeng, bisa segera berkirim proposal kepada Bupati Jember, agar segera di proses,” paparnya.
Sedangkan ketua Persatuan Tumangan Gunung Sadeng (PTGS) Nur Hasan mengatakan, warga Kecamatan Puger, ingin mendapatkan wilayah tambang khusus, agar masyarakat yang menjadi penambang tradisional tumangan ekonominya dapat pulih kembali.
“kami tadi sudah mendapatkan petunjuk, dari perwakilan Bupati Jember, agar segera mengajukan permohonan, karenanya dalam waktu dekat, kami akan kordinasi dengan pak kades,” katanya
Keinginan warga tersebut mendapat dukungan penuh dari kades Kasian Timur Harianto, yang bersepakat akan mengawal keinginan warga untuk mendapatkan hak kelola Gunung Sadeng.
“Kami akan kawal, hingga Keinginan masyarakat terwujud,” tegasnya.(Gito)