17.8 C
East Java

Kisah Teluk Saleh Sumbawa Yang Mempesona

Loading

Sumbawa – Jempolindo.id – Siang itu Tim PeTeBu, berkesempatan bertandang ke salah satu destinasi wisata bernama Teluk Saleh, di Pulau Sumbawa, sembari mempersiapkan agenda gelar budaya di Desa Sorinomo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

Teluk Saleh, Sumbawa
Tim PeTeBu sejenak bertandang menyusuri Teluk Saleh di Pulau Sumbawa

Tim PeTeBu dipandu Tokoh Laskar Sasak Lalu Taharudin dan Lalu Zaenudin, merambah Teluk Saleh pada Minggu (17/07/2022).

Teluk Saleh merupakan teluk terbesar di pulau Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Teluk ini merupakan teluk semi tertutup yang berhubungan dengan Laut Flores yang dipisahkan oleh Pulau Moyo.

Terdapat tiga pulau besar di teluk ini yaitu Pulau Liang, Pulau Ngali, dan Pulau Rakit. Secara administratif teluk Saleh terletak diantara Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu.

Pulau ini memang menawan, hingga menjadikan Pulau Sumbawa kian memukau, salah satu yang dikenal unik, adalah wisata melihat ikan Hiu unik yang hidup di perairan Teluk Saleh.

Tempat seindah Teluk Saleh tidak mungkin tidak memiliki riwayat, Jempol mencoba mencari tahu dari berbagai sumber, kisah dibalik Teluk Saleh.

Konon, legenda Teluk Saleh mulai dikenal pasca letusan gunung Tambora 1815 masehi.

Terdapat beberapa versi terkait dengan legenda Teluk Saleh, yang masing-masing memiliki alasannya sendiri, diantaranya pendapat Profesor Helius Syamsuddin, dalam bukunya Memori Pulau Sumbawa.

Nama teluk saleh berasal dari nama seorang syeikh yang dibunuh oleh raja Tambora, kemudian di buang kelaut.

Sedang dalam versi catatan Khatib Lukman dan Roorda Eysinga, nama syeikh tersebut adalah Said Idrus yang berasal dari Banjar.

Ada juga yang mengatakan bahwa nama Habib Saleh bin Syeh Abu Bakar, yang dipercaya berasal dari Yaman.

Beliau lah yang membawa Sultan Bima dan Sultan Sumbawa dari Bone Sulawesi Selatan.

Kuburan beliau ada di Sampar atau di Ai Awak Kampung Seketeng kuburan beliau berdampingan dengan kuburan Sultan Pertama Sumbawa.

Sejarah Teluk Saleh, juga berhubungan dengan sejarahTanjung munagis dan buin ai awak yang ada di kampung ai awak seketeng. Hingga keturunan Habib Saleh masih ada.

Namun, lain halnya dengan masyarakat pesisir teluk bagian selatan, mereka mempunyai kisah tersendiri.

Dari berbagai versi kisah asal usul nama Teluk Saleh, namun ada versi lainnya, berdasarkan cerita rakyat.

Asal usul nama Teluk Saleh yang berkaitan dengan seorang yang bernama Muhammad Saleh atau dikenal oleh masyarakat Empang dengan nama Dea Kroya Mili Bandri yang berarti penguasa wilayah Empang.

Kisah itu mulai dari pemberontakaan Unru di Taliwang sekitar tahun 1908 masehi. Muhammad Saleh diutus oleh Sultan Sumbawa untuk meredam pemberontakan tersebut, melalui tangan Muhammad Saleh pemberontakkan tersebut berhasil diredam.

Kemudian Unru ditangkap dan dibawa menuju Sumbawa Besar untuk menerima hukuman atas perbuatannya melakukan pemberontakkan.

Atas keberhasilan Muhammad Saleh meredam pemberontakkan tersebut, kemudian Sultan Sumbawa memberikan hadiah tanah pada Muhammad Saleh, seluas 2 kilo laut dan 2 kilo darat di wilayah Pindang.

Daerah Pindang daerah pesisir Teluk Saleh yang sangat luas, oleh sebab itu teluk tersebut di beri nama Teluk Saleh yang diambil dari nama Muhammad Saleh.

Ketika orang akan berburu atau menangkap ikan di wilayah yang ditetapkan oleh Sultan sebagai punya Muhammad Saleh haruslah terlebih dahulu ada ijin darinya, seperti tiap hasil tangkapan ikan di laut separuhnya harus diberikan pada Dea Mili Brandi, begitupun para pemburu yang akan berburu rusa terlebih dahulu meminta ijin dan juga hasil tangkapan harus berbagi juga.

Setelah menetap di Empang, Muhammad Saleh di kenal dengan nama Dea Mili Bandri dan nama Muhammad Saleh melekat pada tanah pemberian Sultan yaitu Teluk Saleh. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img