17.8 C
East Java

Gabungan Relawan Jember Bangun Rumah Korban Kebakaran. Pak Newi: Alhamdulillah Saya Punya Rumah Lagi

Loading

Jember – jempolindo.id – Gabungan Relawan Jember bangunkan dua rumah korban kebakaran, yang terjadi bersamaan lebaran hari kedua, pada Selasa 3 Mei 2022 lalu.

Menurut keterangan Koordinator Relawan Jember Maya Cendrawasih, anggaran untuk membangun rumah kedua korban kebakaran itu berasal dari hasil patungan.

Selain dari anggaran swadaya relawan, lanjut Maya, proses pembangunan dua rumah bekas kebakaran itu juga ada campur tangan pemerintah.

“Dari Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Bakorwil V Jember, Dispenduk, Keluarga almarhum Ardes Vaya Eva, Caristin Ay Ling, Kades Jatisari, Relawan 3/4 Kalisat, PLN Jember, Relawan Bensroben, Polsek Jenggawah, relawan Brandal Alas, Info Warga Jember (IWJ) dan relawan lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Pokok semua swadaya,” sebutnya.

“Atas swadaya bersama para relawan, kami membangun dua rumah korban kebakaran itu. Karena saat itu semua harta bendanya ludes terbakar. Selain itu kami juga bantu urus dokumen-dokumen penting, khususnya KTP dan KK. Alhamdulillah dibantu Dispendukcapil Jember,” kata Maya.

Selain dari anggaran swadaya relawan, lanjut Maya, proses pembangunan dua rumah bekas kebakaran itu juga ada campur tangan pemerintah.

Terpisah, Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan adanya giat bedah rumah ini adalah bentuk kekompakan yang merupakan modal dasar kemanusiaan.

“Relawan Jember tidak perlu dimotivasi, tapi memang luar biasa semangatnya. Center excelent adalah terkait dengan kebencanaan. Tapi bagaimana juga program kebencanaan juga harus selalu dipahami, dan semua itu it’s not perfect. Kita harus selalu memperbaiki dan terus dibenahi,” tandasnya.

Perlu diketahui, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 5 pagi itu, telah menghanguskan dua rumah milik Pak Newi dan Pak Dul (Ahyar), keduanya beralamat di Dusun Sukosari RT 02 RW 02, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.

Akibat kebakaran itu, 60 persen tubuh Pak Newi (57) menderita luka bakar, karenanya harus menjalani operasi kulit di RSD dr. Soebandi Jember. Pak Newi, harus menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebih dua minggu.

Diduga, kebakaran itu akibat kebocoran pada pipa gas tabung 3,5 Kg, di rumah Pak Newi.

Setelah dua bulan berselang, rumah kedua korban kebakaran itu dapat bantuan bedah rumah secara swadaya dari gabungan relawan Jember.

“Alhamdulillah saya punya rumah lagi setelah kebakaran itu. Waktu kejadian saya di sungai. Saya tinggal hanya dengan istri dan anak laki-laki saya,” ujar Pak Dul saat dikonfirmasi di rumahnya, Sabtu (16/7/2022) malam.

Bukan hanya rumah Pak Newi yang terbakar, rumah Pak Dul Ahyar, yang berdempetan juga turut terbakar.

“Rumah saya juga toko klontong habis terbakar, saya saat itu ada di sungai dikabari terbakar saya lari pulang ke rumah. Tapi saat sampai habis rumah saya. Selain itu uang saya juga habis ludes ikut terbakar, kurang lebih Rp 4 juta. Padahal uang itu mau dipakai anak saya yang laki-laki untuk merantau ke Papua,” ucapnya.

Sementara itu, senada dengan yang disampaikan Pak Dul. Korban kebakaran Pak Newi juga mengaku sedih dengan musibah yang dialaminya.

“Kebakaran itu akibat kebocoran gas di rumah saya. Saat itu saya memasak, nah gasnya itu bocor, kemudian terbakar. Saat kebakaran itu, posisi saya terkena jatuhan plastik dari atas. Ini bekasnya di kaki atas sebelah kanan,” kata Pak Newi sambil menunjukkan bekas luka bakarnya.

Pak Newi menjadi korban kebakaran, karena saat itu bermaksud untuk menyelamatkan uang dan harta bendanya.

“Uang saya habis semua yang ada di dalam lemari. Bahkan saya harus dioperasi karena luka terbakar, di rumah sakit dua minggu,” ucapnya.

“Saat kejadian saya di rumah sama istri. Anak saya ada di Desa Kemuning, dan satunya di yayasan. Anak laki semua, tapi sekarang tidak punya apa-apa lagi. Alhamdulillah rumah dibantu dibangun ini,” pungkasnya.(Fit)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img