Sumbawa – Jempolindo.id – Iwan Ranteg atau akrab disapa Iwan Tambora, nama lengkapnya Iwan Suta Wiratha Ranteg, saat berjumpa dengan pengusaha asal Sumbawa NTB inj, ada kesan nyentrik. Penampilannya memang berbeda dengan orang kebanyakan.
Siang itu, Selasa (05/07/2022), Iwan menggunakan kaos berwarna merah, celana lebar hitam, dengan tubuh penuh dengan aksesoris, gelang, dan tas pinggang.
Seluruh ruangan rumah tinggal, yang berada di Pusat Kota Sumbawa itu, penuh dengan barang antik, memberikan kesan bahwa Iwan memang pecinta barang antik, diantaranya beberapa sepeda motor. Vespa, Jeep Wilis, dan benda-benda antik lainnya.

Setelah menikmati secangkir kopi pahit, sambil berbincang hangat seputar kenangan masa lalu, karena diantara Tim PeTeBu, memang mengenalnya saat masa di bangku sekolah dasar, lalu Iwan mengajak melihat koleksi benda-benda unik yang telah dikumpulkannya dari bumi Pulau Sumbawa.
“Maaf, kondisinya memang belum sepenuhnya tertata dengan baik,” ujarnya sambil menunjukkan benda-benda unik koleksinya, yang dikumpulkan dalam beberapa ruangan.

Diantara benda – benda, hasil temuannya, seperti bambu, kayu, fosil, kekayaan alam laut, hingga sarang burung, yang semuanya memiliki keunikan tersendiri.
“Ini semua saya kumpulkan dari alam Pulau Sumbawa,” ujarnya.

Alasan pengusaha yang bergerak dibidang pariwisata itu, mengumpulkan benda-benda yang memiliki keunikan, dia berkeinginan untuk membuat Musium kekayaan lokal, agar bisa dikenal lebih luas.
“Sambil mengedukasi generasi muda, supaya mengenal kekayaan lokal pulau Sumbawa,” ujarnya.

Salah satu temuan Iwan, tulang ikan duyung, yang memiliki jemari mirip jari manusia.
“Ikan duyung ditemukan dalam keadaan meninggal, bejenis kelamin laki-laki dan betina, mati dalam keadaan seolah berpelukan, seperti kisah cinta sehidup semati,” ujarnya seraya bercanda.
Ada juga fosil ikan hiu, kerang besar, yang konon ditemukan diatas bukit, bukan didasar lautan atau dipinggir pantai.
“Menurut ceritanya, Pulau Sumbawa merupakan pulau yang timbul dari lautan,” katanya.

Iwan juga memperlihatkan koleksi uang kuno, yang telah dikumpulkannya sejak kelas 4 Sekolah Dasar.
“Ini saya kumpulkan sejak kecil, ada uang yang berlaku untuk tiga negara,” tuturnya, sambil menunjukkan uang kertas, yang diperkirakan dicetak pada era kolonial Belanda.
Tentu saja, upaya yang dilakukannya tak lepas dari bidang yang digelutinya, mendorong tumbuhnya dunia pariwisata, seni dan budaya Pulau Sumbawa.
“Doakan ya semoga segera terwujud,” pintanya.
Usai melihat semua benda koleksinya, Tim PeTeBu, berfoto bersama, di depan rumah kediamannya, dengan latar belakang pokok kayu, yang diberi nama Pohon Cinta.
Menurut Iwan, kayu itu tumbuh dihutan Pulau Sumbawa, dari dua batangnya memancar sumber mata air, sedangkan bunganya masing-masing berwarna merah dan putih.
“Anehnya, pucuknya bertemu menjadi satu,” katanya.

Usai berfoto bersama, Tim PeTeBu berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Dompu, dengan segudang tanya yang masih belum terjawab. (#)