25.3 C
East Java

Dampak Pandemi Bupati Hendy Cemaskan Terjadinya Lost Generation

Loading

Jember – Dampak pandemi Covid 19 yang sudah berlangsung selama 2 tahun, Bupati Jember Ir Hendy Siswanto ST IPU menghawatirkan terjadinya Lost Generation (Hilangnya generasi) akibat kurang maksimalnya transformasi ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Bupati Jember Ir Hendy Siswanto ST IPU saat memberi pengarahan kepada Pengawas dan Kepala Sekolah Dasar se Kecamatan Panti di SDN Kemuningsari Lor 02. Giat itu bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi untuk 378 siswa  di SDN Kemuningsari Lor 02, Sabtu (26/02/2022) siang.

Menurut Bupati Hendy selama pandemi memang kegiatan belajar mengajar bisa diselenggarakan secara daring, namun metode pembelajaran secara daring menyebabkan anak didik kehilangan kesempatan bertatap muka dengan guru, dan juga dengan orang tua.

“Terutama pendidikan ahlak, yang hanya bisa diberikan dengan memberikan ketauladanan, tidak bisa hanya dengan daring, dan sama dengan nonton film, mana bisa begitu,” ujarnya.

Karenanya, jika vaksinasi sudah tercapai sesuai target, maka kata Hendy, diharapkan belajar mengajar sudah bisa bertatap muka, hanya saja harus tetap waspada, patuh prokes, dan jangan lupa tetap pakai masker.

Termasuk, sebentar lagi sambut bulan Ramadhan 1443 Hijriyah,  diperkirakan jatuh pada tanggal 2 April 2022 mendatang, Pemkab Jember targetkan vaksinasi diatas 80 persen, sehingga bisa masuk pada Level 1.

“Saat romadhon, sudah menjadi budaya masyarakat kita, biasanya aktivitas keagamaan akan tinggi, serta kecenderungan berkumpul juga tinggi, sehingga kenapa kita dorong agar vaksinasi bisa selesai pada bulan maret,” ujar Bupati Jember Ir Hendy Siswanto ST IPU saat memberi pengarahan kepada Pengawas dan Kepala Sekolah Dasar se Kecamatan Panti di SDN Kemuningsari Lor 02, Sabtu (26/02/2022) siang.

Lebih lanjut, Hendy menyampaikan bahwa kehadirannya di Kecamatan Panti, merupakan prorgam Jember Hadir Untuk Rakyat (J HUR) untuk ketiga kalinya, setelah dari Kecamatan Silo dan Kecamatan Sumberjambe, yang akan dilaksanakannya hingga bulan oktober 2022. Berikutnya, pada jumat dan sabtu (4-5/03/2022) akan dilaksanakan di Kecamatan Jombang.

“Ini untuk mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan fungsi dan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember yang selama ini masih belum bisa diakses maksimal oleh sebagian besar masyarakat Jember,” ujarnya.

Dampak Pandemi Peranan Dinas Pendidikan 

Termasuk peranan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, yang menurut Hendy juga belum diperankan maksimal, indikasinya dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang buta huruf.

“Buta huruf ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama, karenanya jika para guru, hanya bertanggung jawab mengajar di sekolah saja, maka tanggung jawab kami cukup berat, karenanya kami berharap para pengawas dan kepala sekolah dapat memerankan para guru untuk mengajari masyakat yang masih buta huruf,” pintanya.

Memang pada pemerintahan Bupati Hendy dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman, diakuianya masiha belum banyak yang bisa dikerjakan, tetapi setidaknya sudah berusaha berbuat untuk kepentingan dunia pendidikan.

“Termasuk kemudaha bagi para tenaga pengajar yang ingin pindah tempat mengajar kedekat rumahnya, sudah kami setujui semua, dan jangan ada biaya apapun,” tegasnya.

Kepala Sekolah SDN Kemiri  02 Nur Hamidah, menyampaikan kondisi bangunan sekolah yang sudah mengalami rusak berat, karena jika pada saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung dikhawatirkan mencederai siswa.

Disampaikan Korwas TK/SD Kecamatan Panti Imam Hudari menyampaikan kondisi kemajuan dunia pendidikan di Kecamatan Panti, yang dijalaninya selama 7 bulan berdinas di Kecamatan Panti.

Menurut Imam Hudari, ada beberapa hal yang dinilai patut disampaikan kepada Bupati Jember, diantaranya terkait dengan status kepala sekolah yang ingin medapatkan SK Bupati Jember, penghargaan terhadap sekolah yang berprestasi,  kepada Sekolah Adiwiayat yang ada di Kecamatan Panti, serta perlunya adanya Korwil sebagai pembantu Dinas Pendidikan dalam menjalankan tugasnya.

Hudari menjelaskan, terdapat tiga Sekolah Dasar  Adiwiyata  di Kecamatan Panti yang patut mendapatkan perhatian. Sekolah Adiwiyata yang ada, juga memiliki spesifikasinya masing-masing, diantaranya SDN Kelor 02, SDN Pakis 01, dan SDN Panti 03

“Kami berharap mereka juga mendapatkan reward yang pantas, memang kemarin sudah diberi penghargaan dari kepala dinas, meski bukan tupoksinya, tetapi kami berkeinginan ada penghargaan dari Bapak Bupati,” katanya.

Perlu diketahui, Sekolah Adiwiyata secara internasional disebut pula dengan Green School adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Terkait dengan pentingnya adanya Korwil sebagai pengganti UPTD, yang dulu ada di setiap Kecamatan, menurut Hudari  di Kabupaten Jember unik, karena di Jawa Timur sudah memiliki Korwil, namun di Kabupaten Jember belum ada.

“Dirasa dipertimbangkan keberadaannya, guna mendukung peranan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Apakah keberadaan Korwil dipandang perlu keberadaannya, harapan saya ada Korwil,” ujarnya. (Agung)

 

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img