Jember_ Jempolindo.id_ 24 Titik Pasar Murah, merupakan kiat Pemkab Jember dalam mengendalikan inflasi. Sebagai pembuka, Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU untuk kali pertama nya membuka agenda itu di halaman Kecamatan Sumbersari, pada Senin (03/07/2023) siang.

Hendy menuturkan bahwa giat itu menjadi salah satu upaya dalam menekan inflasi, mengingat Kabupaten Jember memiliki jumlah penduduk yang besar.
“Kabupaten Jember mempunyai penduduk besar dan Jember mempunyai produk lokal yang merupakan harta karun. Oleh karena itu, potensi tersebut harus diolah untuk membangkitkan perekonomian di Jember,” ucap Hendy.
Tak hanya itu, Hendy berpesan agar seluruh stakeholder bisa menciptakan event agar perekonomian rakyat bergerak.
Menurutnya, semua elemen serentak melaksanakan pengendalian inflasi. Seperti, upaya Forkopimda Jember dalam melakukan rakor inflasi yang rutin tiap minggunya.
“Ini pondasinya harus kuat lebih dulu. Rakyat makmur, maka Pemkab Jember kuat. Dengan kegiatan hari ini menjadi salah satu penguatan dalam pengendalian inflasi,” lanjutnya.
Jika inflasi terkendali, kata Hendy maka taraf perkonomian masyarakat juga turut terjaga.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim secara resmi kegiatan Pasar Murah Tahun 2023 Wes Wayahe Jogo Inflasi dengan Gempur Rokok Ilegal dengan ini dibuka dan dimulai,” tandasnya.
Pasar Murah Bersama Mitra
Giat itu berada dalam kendali Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, yang bekerja sama dengan Perum Bulog Jember dan PT Rajawali Nusindo.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember Bambang Saputro, dalam laporannya menyatakan bahwa Pemkab Jember akan menggelar giat ini setiap hari.
Kata Bambang, tujuan dari Pasar Murah itu untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Jember supaya aman dan terkendali.
“Kegiatan pasar murah Wes Wayahe Jogo Inflasi dengan gempur rokok ilegal ini. bertempat di 24 kecamatan yang diawali dari Kecamatan Sumbersari dan berlangsung mulai 3 Juli hingga 4 Agustus 2023,” tuturnya..
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, terdapat 32 pelaku usaha yang ikut berpartisipasi dalam pasar murah kali ini.
“Tak hanya itu, juga ada UMKM binaan dari PKK tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa yang siap membantu mendampingi,” ujarnya. (Sumber Informasi: Diskominfo Jember)