Pj Bupati Pidie: Akhlak Sebagai Kekuatan Sebuah Bangsa

Loading

Sigli – Jempolindo.id – “Kekuatan sebuah bangsa bukan terletak pada angkatan perang, melainkan pada akhlak”. Pesan itu disampaikan Pj Bupati Pidie Ir  Wahyudi Adisiswanto, saat berceramah mengawali Bulan Ramadhan, di Masjid Agung Al Falah, Kabupaten Pidie, pada Senin (11/03/2024).

Wahyudi mencoba mengaitkan Akhlak, dengan Inflasi, menurutnya mengukur inflasi dilakukan dengan dua parameter, yakni Kuantitatif dan kualitatif.

“Ukuran kualitatif menggunakan ukuran suplai dan demand, penyediaan dan permintaan, itu mudah mengukurnya. Jika permintaan naik, maka harga akan naik,” ujarnya.

Namun, yang jarang dibicarakan adalah ukuran kualitatif, kata Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember itu, yakni ukuran gaya hidup, yang berkaitan dengan akhlak.

“Meskipun pendapatan meningkat, tetapi gaya hidupnya jelek, maka percuma, tidak akan memiliki daya beli,” tegasnya.

Membangun akhlak, kata Wahyudi dapat dilakukan dengan mewaspadai setidaknya 3 ancaman tsunami kultural globalisasi, diantaranya :

  1. Tsunami mencerai beraikan,
  2. Menghanyutkan
  3. menyesatkan

“Untuk mengantisipasinya, pertama supaya tidak tercerai berai harus diikat dalam ikatan silaturrahim, kedua supaya tidak hanyut harus berpegangan pada ajaran agama dan ketiga supaya tidak sesat, harus dibawah  bimbingan para alim ulama,” paparnya.

Lebih lanjut, Wahyudi mengingatkan bahwa akhlak memiliki daya cegah terhadap segala kemungkinan yang dapat merusak sendi- sendi kehidupan. Untuk menghadapi nya, tidak bisa Pemkab Pidie menjalankannya sendirian, maka perlu kebersamaan.

“Seperti Tsunami yang secara harfiah sudah kita alami, namun makna lain, tsunami globalisasi budaya datangnya budaya asing, sungguh diperlukan kebersamaan dalam menanggulangi nya,” ujarnya.

Tsunami globalisasi budaya asing itu, menurut Wahyudi bergerak setiap detik, yang sangat besar pengaruhnya, sehingga dapat mencerai beraikan, menghanyutkan, dan menyesatkan.

“Untuk itu diperlukan memperkuat tali silaturahim, melalui penguatan kasih sayang kepada Allah, kepada sesama manusia dan kepada alam,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wahyudi juga mengingatkan dampak penggunaan Gadget kepada generasi muda, yang juga bisa menjadi gelombang tsunami.

“Cara menghadapinya, hanya dengan berkhidmat kepada agama,” katanya.

Gelombang tsunami budaya yang menyesatkan itu, kata Wahyudi dapat menyebabkan manusia menjadi tersesat.

“Karenanya, tetaplah membutuhkan bimbingan dari para alim ulama,” katanya.

Pj Bupati Pidie Bersilaturahim

Mengawali Bulan Ramadhan, Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, bersilaturrahim kepada:

  1. Ketua MPU Kabupaten Pidie. Tgk. H. Ismi A Jalil (Abu Ismi Ilot) di Gampong Ilot Kecamatan Mila,
  2. Abu H. Mahiddin Ahmad. (Abu Reubee), Pimpinan Pesantren Darul Muta’allimat Al Munawarah, di Gampong Buloh Kecamatan Delima
  3. Melaksanakan Takziah Ke Rumah Duka, atas meninggal Nya Alm Abu. H. Moh Amin Ibrahim (Abu Keumala) di Dayah Darul Kamaliyah Mesjid Raya Keumala Gampong Jijiem
  4. Ke kediaman Abu Rabee
  5. Ke Kediaman Abu H. Ishak Ahmad (Abu Ishak Lamkawe) di Gampong Kandang, Kec. Kembang Tanjong. Senin. 11/03/2024. Pkl. 14:30
  6. Ke Kediaman Tgk. H. Ismail (Ayah Caleu/Tungkop), di Gampong Sukon Tungkop Kecamatan Indrajaya. Selasa. 11/03/202. Pkl. 15:15 Wib. (Gilang)