Sigli – Pidie – Jempolindo.id – Pidie Bershalawat bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga wujud keprihatinan Masyakarat Kabupaten Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, atas tragedi kemanusiaan Stadion Kanjuruhan Malang. Senin (10/10/2022)
Pidie Bershalawat Menuju Pidie Mulia Peringati Maulid Nabi Bersama Ribuan Anak Yatim
“Sesuai anjuran Bapak PJ Bupati Pidie (red : Ir Wahyudi Adisiswanto) Kami turut berdukacita atas tragedi yang menimpa Supporter Arema di Stadion Kanjuruhan Malang,” ujar Ketua Panitia Pidie Bershalawat drh Fazli
Seperti telah diberitakan melalui media massa, tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, merupakan tragedi Sepakbola terbesar sepanjang sejarah, yang telah menelan korban sebanyak 131 orang meninggal, dan 500 orang luka-luka.
“Melalui doa yang kami panjatkan, semoga tragedi ini tak akan pernah terjadi lagi dimasa mendatang, semoga para korban yang meninggal Husnul khatimah,” ujarnya.
Disamping itu, lanjut Kepala Dinas Syariah Kabupaten Pidie Itu, Pidie Bershalawat juga merupakan wujud duka atas wafatnya Tokoh Ulama Aceh Tu Min Blang Blahdeh, yang telah meninggalkan masyarakat 15 hari lalu.
Abu Tumin lahir tahu 1959, meninggal pada tanggal 27 September 2022 baru lalu.
“Kami semua masyarakat Aceh, berduka atas wafatnya Abu Tumin, yang telah meninggalkan kita semua,” ujarnya.
Ulama Kharismatik Pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Jeumpa, Bireuen itu, kata Fazli merupakan ulama yang menjadi panutan masyarakat Aceh.
“Beliau tempat masyarakat Aceh meminta pendapat, hampir semua pendapat beliau menjadi sandaran dalam menyelesaikan masalah di Aceh,” ujarnya.
Sedianya, menurut Wakil Ketua Panitia Drs Samsul Azhar, Pidie Bersholawat akan digelar sejak tanggal 10 Oktober hingga tanggal 30 Oktober 2022.
“Tadi sudah dibuka oleh bapak Pj Bupati Pidie (red: Ir Wahyudi Adisiswanto), sekali berbagi santunan untuk seribu anak yatim,” jelasnya.
Nanti malam (Senin, 10 Oktober 2022), kata Samsul, tepat pukul 23.30 WIB, akan ada momen mati lampu sejenak.
“Semua masyarakat Pidie akan membaca sholawat bersama-sama. Ini merupakan momentum yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya. (#)