Gresik _ Jempolindo.id _ Pemerintah Kabupaten Gresik tengah mendorong terbentuknya Kawasan Ekonomi Desa di Desa-Desa Berstatus Mandiri di wilayahnya yang kini berjumlah 153 desa, guna mempercepat proses pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19.
Baca juga: Pemkab Gresik Dukung Inovasi Desa Mandiri
Abu Hassan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gresik menyatakan setidaknya saat ini telah ada sejumlah KED yang telah terbentuk. Hal ini bersinergi dengan adanya program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya. Saat ini di wilayah Gresik telah berlangsung selama 2 tahun (2021 dan 2022).
“Untuk 2022, setidaknya akan nada 10 KED [Kawasan Ekonomi Desa] yang kebetulan semuanya mendapat bantuan program Pemprov Jatim berupa BKK Desa Berdaya,” kata Abu.

Pada Senin lalu [5/12/2022], lanjut Abu ada KED Buyos [Bumi Yosowilangun] Desa Yosowilangun dengan program besar pembangunan sport center senilai Rp7 miliar.
“Pada hari ini [Rabu, 7/12/2022] KED Goa Lowo Desa Melirang juga dilaunching,” kata Abu Hassan dalam sambutannya saat launching Icon Branding Goa Lowo dan KED Goa Lowo, Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Rabu (07/12/2022).
Secara khusus, Abu Hassan menyatakan dalam sepekan ini hingga Selasa (13/12/2022) 8 desa lainnya yang mendapatkan program Desa Berdaya. Icon branding serta KED nya akan diresmikan dan dipublikasikan ke public.
“Harapannya semakin dikenal luas dan menjadi pusat ekonomi bagi pemerintah desa dan warga desa setempat,” tuturnya.
Dalam sepekan kedepan, menurut Abu Hasan, ada beberapa yang akan diresmian, diantaranya, KED Desa Sukomulyo [Kamis, 8/12/2022], KED Desa Raci Wetan [Jumat, 9/12/2022], KED Desa Kedungpring [Sabtu pagi, 10/12/2022], KED Cerme Lor [Sabtu siang, 10/12/2022], KED Desa Domas [Minggu, 11/12/2022], KED Desa Balongpanggang [Senin, 12/12/2022] dan KED Desa Giri [Selasa pagi, 13/12/2022] serta KED Cerme Kidul [Selasa siang, 13/12/2022].
Lebih jauh Abu Hassan menyatakan pada 2021, ada 14 desa yang juga telah mendapatkan program Desa Berdaya.
“Ke-14 desa mandiri yang tahun lalu mendapatkan BKK Desa Berdaya akan dimonitor kembali khususnya untuk memperkuat upaya pengembangan KED yang telah dikembangkan setahun lalu termasuk untuk penguatan agar semakin besar dampak perekonomiannya kepada lingkungan sekitar,” tegas Abu Hassan.
Abu Hassan menerangkan bahwa pihaknya kini tengah mengupayakan adanya pendekatan baru dengan melibatkan lima sector dalam proses perencanaan, pemberdayaan dan pembangunan desa-desa di wilayah Gresik.
“Sebagaimana pesan Pak Bupati Gresik, Gus Yani [Fandi Akhmad Yani] saat sambutan launching Buyos Desa Yosowilangun berharap agar sebanyak mungkin pihak bisa bersinergi dalam membantu proses pengembangan dan pembangunan desa. Pihak-pihak itu adalah birokrasi, perguruan tinggi, swasta, pers/media dan pemerintah desa beserta warganya. Kelima komponen itu dikenal sebagai Pentahelix,” terang Abu Hassan.
Kelima sector itu, kata Kadis DPMD Gresik itu, akan dibuatkan forum khusus sehingga bisa duduk bersama dan membicarakan bagimana langkah-langkah strategis dan taktis dalam pengembangan, pemberdayaan serta pembangunan desa-desa Mandiri di Kabupaten Gresik.
Kepala Desa Melirang Kecamatan Bungah, Muwaffaq menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemprov Jatim yang telah memberikan bantuan serta bimbingan teknis dalam BKK Desa Berdaya.
“Maturnuwun sanget kagem Bu Khofifah [Khofifah Indarparawansa/Gubernur Jatim] yang telah berkenan memberikan BKK Desa Berdaya sehingga Kawasan Ekonomi Desa berupa wisata desa Goa Lowo ini menjadi semakin banyak fasilitasnya dan sekaligus bisa menjadi icon desa dan semakin terpublikasi. InsyaAllah akan banyak kemanfaatannya bagi Pemeintah Desa dan warga Desa Melirang,” kata Muwaffaq pada kesempatan sama.
KED Goa Lowo, kata Muwaffaq, selain sebagai lokasi wisata juga memiliki potensi ekonomi lainnya yaitu kotoran kelelawar yang pada durasi waktu tertentu bisa mencapai jumlah tonase tertentu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk guano yang sangat baik untuk pertanian.
“Alhamdulillah, hasil uji laboraturium dari kotoran kelelawar yang bisa diolah sebagai bahan pupuk guano itu sangat baik buat pertanian. Dalam rentang 3-4 bulan jumlah kotoran kelelawar itu bisa mencapai beberapa ton dan punya nilai ekonomi tinggi,” ungkap Kades Melirang dengan bangga.
Disisi lain, selain juga ada pujasera serta permaianan anak, kata Kades Melirang, ada goa lainnya yang kini telah didiami oleh burung wallet sehingga kedepan goa itu dipastikan bisa diambil alias dipanen sarang burung wallet yang ada sebagai komoditas ekonomi bernilai tinggi.
“Ada goa yang kini telah dihuni puluhan burung wallet, semoga tidak lama lagi akan bisa dipanen komoditas sarang wallet yang bernilai jual tinggi itu,” tegasnya. (#)