Jempolindo.id – Jember – Mahasiswa Ners Unmuh (Universitas Muhammadiyah) Jember gelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Balai Desa Sukorambi pada Kamis (14/10/2021).
Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa, Bidan dan Kader Posyandu Setempat ini bertujuan untuk membahas permasalahan ibu hamil berdasarkan hasil observasi yang telah mereka laksanakan.
Menurut Ketua Kelompok Mahasiswa Profesi Ners Ilyas Raif Muyassar, kerjasama dari Universitas Airlangga dan UNICEF, UNICEF juga ada MOU dengan UNMUH, akhirnya Fakultas Kesehatan UNMUH juga diajak untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
“Dari Airlangga sudah mengajak dinkes, dan dinkes juga menginformasikan ke Fakultas kesehatan di setiap perguruan tinggi di Kabupaten Jember,” jelasnya.
Pelaksanaan musyawarah masyarakat desa diawali dengan mensosialisasikan data observasi, yang sudah diperoleh lalu dilanjutkan dengan pembahasan rencana kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya melalui kesepakatan dalam forum musyawarah tersebut.
“Setelah dilaksanakannya MMD ini, akan dilakukan intervensi-intervensi yang telah di sepakati saat forum MMD berlangsung. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan tentang pentingnya vaksinasi covid19 pada ibu hamil dan masyarakat setempat,” kata Ilyas.
Sebelumnya, Firdaning Ayu Kumala Ningrum, Salah satu mahasiswa profesi ners, para mahasiswa profesi tersebut telah melakukan pengkajian terhadap permasalahan ibu hamil dan didapatkan data 20,5% Kehamilan dengan risiko ringan, 54,5% Kehamilan dengan risiko tinggi, dan 25% Kehamilan dengan risiko sangat tinggi.
“Selama 3 hari kami turun untuk melaksanakan pengkajian terhadap kondisi ibu hamil di desa sukorambi, dan kami temukan data yang lumayan menghawatirkan” ujar Firdaning Ayu Kumala Ningrum, Salah satu mahasiswa profesi ners.
Lebih lanjut, Ayu mengatakan bekerjasama dengan program GELIAT UNAIR, UNICEF, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Para mahasiswa profesi ners nantinya akan melakukan pendampingan ibu hamil dan ibu nifas di desa tersebut.
“Untuk suksesnya kegiatan ini, kita juga berkerjasama dengan program GELIAT UNAIR, UNICEF, dan Dinas Kesehatan Jember,” tambah Ayu.
Bidan wilayah desa Sukorambi berharap dengan diadakannya promosi kesehatan oleh mahasiswa profesi ners tentang pentingnya vaksinasi covid19 dapat meningkatkan pemahaman pada ibu hamil dan masyarakat di desa Sukorambi.
“Dari sekian banyak ibu hamil di desa sukorambi hanya 3 orang yang mau vaksin dan itu harus di rayu² dan memberikan pemahaman yang extra,” Nur Yuka, Bidan Desa Sukorambi.
Kepala desa juga mendukung kegiatan mahasiswa profesi ners Universitas Muhammadiyah ini, untuk meningkatkan kesehatan pada ibu hamil guna menekan angka kematian ibu dan bayi
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini agar kesehatan ibu dan bayi terjamin, dan angka kematian bisa ditekan,” Ucap Abdus Soim, Kepala Desa Sukorambi. (Gilang)