Jempolindo.id – Jember – Kasus Covid-19 di Kabupaten Jember, informasi yang berkembang sempat membingungkan publik. Pasalnya, ada yang mengatakan Jember masuk pada level 3, tetapi ada juga yang mengatakan Jember masuk pada level 1, lalu bagaimana sebenarnya ?
Menjawab tentang simpang siurnya informasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr. Lilik Layliah mengadakan press rilis di Hall Praja Mukti Pemkab Jember, Senin (1/11/2021) sore
“Kami tidak tau dasarnya dari mana, yang perlu kami klarifikasi bahwa, kasus covid-19 di Jember baik dari sisi transmisi maupun respon sudah memadai yang artinya di Level 1,” tutur Lilik.
Lilik menjelaskan dalam penentuan level ada delapan indikator, salah satunya dari sisi transmisi yaitu kasus kurang dari 5 kasus per 100 ribu orang selama seminggu.
Lalu kasus rawat inap harus kurang dari 5 per 100 ribu jumlah penduduk dalam seminggu. Kasus kematian kurang dari 5 per 100 ribu dalam seminggu.
“Dari sisi respons alias 3T (tracing, testing, dan treatment), kita sudah sudah 1 banding 17 sedangkan ketentuannya 1 banding 15,” ungkapnya.
“Sisi testing harus kurang dari 5 persen, ini juga kurang dari 5 persen. Bor di RS kurang dari 60 persen dari ketersediaan tempat tidur di RS, saat ini kurang dari dua persen di Jember atau hanya 1,75 persen,” sambungnya.
Lilik menegaskan, yang kurang dari kabupaten Jember hanya cakupan vaksinasi.
Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan evaluasi. “Kemarin sudah mencapai 44,18 persen, vaksinasi untuk lansia 23 persen,” katanya.
Capaian vaksinasi bagi kelompok lanjut usia (Lansia) di Kabupaten Jember masih terbilang rendah. Kabupaten Jember sendiri menargetkan vaksinasi mencapai 50 persen agar masuk level dua. Sehingga saat ini, Pemerintah setempat tetap menggencarkan vaksinasi untuk lansiayang harus mencapai 40 persen.
“Pencapaian vaksinasi tetap kita dorong agar lebih dipercepat lagi terutama lansia. Karena setelah kami evaluasi, kematian yang terbanyak ada di kelompok lansia,” ucap dr. Lilik.
Dr. Lilik menjelaskan, untuk saat ini cakupan vaksinasi kelompok lansia di Kabupaten Jember masih mencapai 23 persen.
“Ini masih kurang banyak. Oleh karena itu, penting untuk kita dorong pencapaian vaksinasi lansia paling tidak mencapai 40 persen,” ungkapnya.
Untuk pencapaian target itu, Pemerintah terus bekerjasama dengan seluruh elemen yang ada di tiap-tiap pemangku wilayah.
“Kami juga bekerjasama dengan TNI/Polri, seluruh kecamatan yang ada di Jember untuk bergerak bersama-sama. Untuk memobilisir sasaran lansia,” ujarnya.
“Kalau sekarang ini bukan melaksanakan vaksinasi di dalam gedung, tapi kami bergerak ke dusun, rt/tw dan posyandu,” sambungnya.
Kata Lilik, pihaknya juga bekerjsama dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat. “Barangkali ada sasaran kelompok lansia yang mungkin belum tersentuh terkait vaksinasinya. Sehingga segera kami laksanakan vaksinasi,” katanya.
Kemudian, lanjut Lilik, banyak organisasi yang menyelenggarakan kegiatan vaksinasi untuk mendukung percepatan Herd Immunity di Kabupaten Jember.
“Kami fasilitasi untuk kegiatan itu supaya bisa terlaksana. Banyak permintaan ke Satgas covid, semua kami layani,” ucapnya.
Lilik juga menambahkan, terkait ketersediaan vaksinasi dari upaya Bupati Jember sudah tersedia.
“Setiap hari kami selalu update ketersediaan dosis vaksin. Kalau sekarang ada 63 ribu dosis. sekarang ini dari petugas kami juga mengambil vaksin bantuan dari TNI AU di Kabupaten Malang. Dan berposes juga bantuan dari TNI Al yang akan kami dilaksanakan,” ungkapnya.
Perlu diketahui, dr. Lilik juga menjabarkan terkait update pencapaian vaksinasi di Kabupaten Jember sudah mencapai 44,18 persen.
“Memang berat dari target yang harus di capai, kalau ingin mencapai level 2, untuk capaian harus 50 persen, tandasnya. (Fit/AR)