Alokasi Pupuk Bersubsidi Berkurang, Gubernur Jatim Sarankan Petani Gunakan Pupuk Organik 

Pupuk Bersubsidi scaled

Loading

Jember – Jempolindo.id – Menjawab berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menghimbau petani agar tidak terlalu tergantung dengan pupuk bersubsidi, dan mau mulai menggunakan pupuk organik.

“Opsi paling strategis adalah menggunakan pupuk organik. Situbondo sudah mulai, Jember sebagian juga sudah mulai. Paling besar ada di Ngawi dan Tuban,” tandasnya.

Baca juga: Khofifah Hadir di Jember Berharap Prabowo Gibran Menang 

Khofifah menyampaikan pernyataan itu, saat dikonfirmasi disela kegiatannya menghadiri acara Pengajian Akbar dalam rangka Silaturrahim Forum Kiai Kampung dan Guru Ngaji Indonesia, Wilayah Jember dan Harlah 78 Tahun Muslimat NU di Lapangan City Forest Arum Sabil, Kecamatan Sumbersari, Jember, Rabu (31/1/2024).

Namun, selama proses transisi menuju penggunaan pupuk organik, untuk menjaga Provinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, Khofifah tetap mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi.

Untuk mendapatkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi itu, Khofifah telah mengajak komunikasi Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

“Kami sudah mengkomunikasikan ke Kementan, dan sejak September kemarin sudah mulai ada penambahan, diupayakan dua kali (lipat) penambahan pupuk,” kata Khofifah.

Permasalahan pupuk bersubsidi, menurut Khofifah merupakan persoalan lama, yang dipicu oleh tidak seimbangnya, antara supply dan demand.

“Pemenuhan kebutuhan belum seimbang. Tetapi kami sudah memperoleh tambahan itu,” tegasnya. (G1L)