JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Chandra Ary Fiyanto, akhirnya buka suara menanggapi ajakan agar aparatur sipil negara (ASN) turut mempromosikan potensi daerah melalui media sosial.
Ajakan itu tertuang dalam surat edaran Bupati Jember Muhammad Fawait, yang menghimbau agar ASN, yang berjumlah 22.000 orang, setiap hari Jum’at, turut mengupload konten di media sosialnya masing masing.
Imbauan itu memicu pro kontra diruang publik, hingga mencuatnya asumsi, bahwa ASN hanya dimanfaatkan sebagai buzer.
Terlebih, ASN yang tidak mengindahkan imbauan itu, diberlakukan sanksi, sehingga terkesan imbauan itu menjadi tekanan.
Menurut Chandra, promosi yang menyangkut wisata, budaya, ekonomi, maupun pembangunan daerah merupakan langkah positif, asalkan tidak mengganggu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ASN.
Legislator PDI Perjuangan itu menegaskan, bahwa pekerjaan utama sesuai tanggung jawab masing-masing pegawai harus tetap menjadi prioritas utama.
Sebab, ia tidak ingin aktivitas promosi justru mengurangi pelayanan publik atau menghambat kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Jember.
“Yang terpenting, tupoksi ASN harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai ada kesan bahwa aktivitas di luar tupoksi menjadi ukuran kepatuhan pegawai,” ujar Chandra saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Lebih lanjut, politisi tersebut mengingatkan agar promosi daerah dilakukan secara proporsional.
Ia khawatir jika ajakan ini berubah menjadi beban tambahan, maka berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi para ASN.
Namun demikian, Chandra juga mengapresiasi niat baik di balik ajakan tersebut, karena media sosial dinilai efektif untuk memperkenalkan potensi Jember ke khalayak luas.
“Promosi itu boleh, bahkan bagus. Tapi jangan sampai memberatkan. Harus ada keseimbangan antara tugas melayani masyarakat dan kegiatan promosi daerah,” tambahnya.
Chandra berharap seluruh program pemerintah daerah dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Dengan begitu, manfaat pembangunan di Kabupaten Jember bisa terasa optimal, tanpa mengorbankan kinerja aparatur sipilnya.
“Sehingga seluruh program pemerintah daerah dapat dipahami oleh masyarakat serta memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan Kabupaten Jember,” pungkas Chandra Ary Fiyanto. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





