BerandaBeritaKorupsi Dana Desa Masih Tertinggi, Apa Kiat Gus Menteri di Jember ?

Korupsi Dana Desa Masih Tertinggi, Apa Kiat Gus Menteri di Jember ?

- Advertisement -spot_img

JEMBER – JEMPOLINDO.ID – Korupsi Dana Desa masih tinggi, karenanya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT)  A. Halim Iskandar, saat berkunjung ke Jember selama dua hari, sejak Sabtu (26/06/2021) hingga Minggu (27/06/2021), meminta Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto untuk mengawasi dan mengontrol pemantauan dana desa secara langsung.

Terkait dengan masih tingginya tingkat korupsi dana desa, sebagaimana dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat kasus korupsi di sektor anggaran desa menjadi kasus yang terbanyak ditindak oleh aparat penegak hukum selama tahun 2019 lalu bila dibandingkan sektor-sektor lainnya.

Data ICW menunjukkan, terdapat 46 kasus korupsi di sektor anggaran desa dari 271 kasus korupsi selama 2019. Korupsi anggaran desa tercatat memberi kerugian negara hingga Rp 32,3 miliar.

Karenanya,  permintaan Gus Menteri kepada  Bupati Jember, Hendy.Siswanto,  seiring dengan harapan strategi pembangunan nasional sekaligus pembangunan daerah, khususnya Jember.

Menteri menegaskan, bahwa problem solving yang dihadapi oleh masyarakat secara umum, perlu segera dilakukan pemetaan. Seperti masalah kemiskinan yang terjadi saat ini, harus ada upaya percepatan dalam mengatasinya.

“Kita petakan bareng-bareng. Karena saya menteri desa, jadi pembangunan dikonsolidasi dari desa,” ujar A. Halim Iskandar, Mendes PDTT, dalam acara kunjungan kerjanya ke Kabupaten Jember, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Sabtu (26/06/2021).

Atasi Kemiskinan

Dikatakan Halim, bahwa tujuan dari dilakukannya kunker adalah untuk konsolidasi dalam rangka menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, utamanya soal kemiskinan. Halim yakin, dengan adanya konsolidasi semacam ini Jember akan lebih baik terutama dalam hal kesejahteraan, kesehatan dan tingkat kemiskinannya.

“Pertemuan ini kami rancang sebagai tahapan konsolidasi dengan Bupati Jember agar menemukan strategi yang tepat untuk dilakukan ke depan,” tandas Gus Menteri, panggilan akrab A. Halim Iskandar, yang pada acara kunjungan itu didampingi Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, M.ML, Wabup Jember KH. MB Firjaun Barlaman, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Ketua TP PKK, Plt. Kepala Dispemasdes, Plt Kepala Diskominfo, dan beberapa tokoh Jember.

Di lain pihak, atas kunjungan menteri ke Jember ini, Bupati Jember, Hendy Siswanto mengaku bangga, karena hal itu bisa menjadi motivasi pemerintah daerah dalam upaya percepatan pembangunan.

“Sangat menginspirasi sekali, dan selama kepemimpinan saya, sudah sering menteri berkunjung. Artinya Jember wes payu (sudah laku),” tambahnya

Sinergi Lumajang Jember

Saat kunjungan Kemendes ke Jember, tampak Bupati Lumajang Thoriqul Haq, turut mengikuiti kunjungan Gus Menteri selama di Jember. Dihadapan media, Gus Menteri menyatakan akan melakukan sinergisitas pembangunan desa antara Lumajang dan Jember.

Sinergisitas dua kabupaten itu, akan menitik beratkan pada pembangunan desa ke depan, menurut Gus Menteri adalah pembangunan desa berbasis budaya  dan berbasis pesantren.  karenanya Gus Menteri meminta kepada Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, untuk menggali kebudayaan Jember, sebagai produk andalan.

Sebagaimana diisyarakatkan Presiden Jokowi, kata Gus Menteri, ke depan pembangunan desa, juga diharapkan menjadikan Pesantren sebagai sentra pembangunan desa. Hal itu disampaikan saat berkunjung di Pondok Pesantren Assuniyah Kecamatan Kencong Jember. (Gilang)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img