Usai Lomba MTQ, Jember Bakalan Menggelar Lomba Baca Kitab Gundul

  • Bagikan
lomba MTQ
Ket Foto : Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto (Kanan), bersama Wabup Jember KH MB Firjaun Barlaman (kiri), usai memberikan pembekalan dewan juri lomba MTQ

JEMBER – JEMPOL Kabupaten Jember bakal  menggelar lomba MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran), tingkat kabupaten, pada tanggal 26 – 27 Juli 2021. Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto berharapa lomba MTQ bukan hanya sekedar ajang kompetisi, melainkan dapat berdampak langsung pada pertumbuhan pembangunan Jember.

Bupati Jember Hendy menyampaikan harapannya, saat memberikan pembekalan Dewan Hakim MTQ Tingkat Kabupaten, yang dilaksanakan di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis siang  (27 Mei 2021).

“Kami berharap MTQ ini tidak hanya sebuah ajang kompetisi saja, tapi ada Multi player efek untuk Kabupaten Jember bertambah maju ke depannya,” harapnya.

Kabupaten Jember, kata Hendy  memilliki ribuan pesantren, karenanya sudah sepantasnya, jika menggalakkan lomba MTQ, bahkan Hendy menegaskan, jika kelak ditunjuk, pemkab Jember siap menjadi tuan rumah,untuk lomba MTQ tingkat propinsi maupun tingkat nasional.

“Saya dengan Gus Firjaun akan mensupport kegiatan ini, melihat Jember dengan ratusan pesantren dan ribuan masjid yang ada didalamnya layak menjadi tuan rumah,” tegasnya.

Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK)

Wakil Bupati Jember, KH  Muhammad Balya Firjaun Barlaman, yang mendampingi Bupati Jember, bersama  jajaran Forkopimda, OPD terkait dan instansi lainnya, menyampaikan .Pemkab Jember juga bersiap menyelenggarakan Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK).

“Kita juga akan rintis Musabaqah Tilawatil Kutub, membaca kitab kuning karena di sini banyak pesantren, maka sudah sepantasnya mulai mengadakannya,” ucap Gus Firjaun

Lomba MQK, merupakan salah satu cabang lomba, adalah lomba membaca kitab klasik berbahasa Arab, biasa disebut kitab kuning.  Kemudian menerjemahkannya lalu menjelaskan isi yang terkandung.

Lomba baca kitab kuning ini bukan sebatas lomba untuk memperebutkan juara, melainkan menjadi penyebaran nilai-nilai keislaman.

Lomba MQK, biasanya  tidak hanya sekedar membaca teks kitab kuning atau akrab dengan sebutan kitab gundul, karena tidak memiliki harakat atau tanda baca. Melainkan lebih kepada konteks, pemahaman dan kajian isinya.

Adanya ajang perlombaan ini,  diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peminat bahasa Arab dan penyampai pesan, bahwa ada keindahan yang luar biasa dalam bahasa Arab. (wildan)

 

 

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *