Jamin Stabilitas Harga Beras, Pemkab Jember Gelar Rakor

  • Bagikan
Stabiitias harga beras

JEMBER – JEMPOL –Jamin stabilitas harga beras, Pemkab Jember menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Beras dan Stabilisasi Harga Gabah di Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Jum’at (28/5/2021) siang.

Hal itu sejalan dengan kebijkan Pemerintah pusat, yang  secara terus menerus dan berkesinambungan dalam tiga tahun terakhir, telah melakukan berbagai langkah kebijakan dan strategi dalam upaya menekan tingkat kenaikan harga pangan di pasar.

Upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam pengendalian harga pangan kini telah menunjukkan keberhasilan, seiring dengan menurunnya pengaruh komponen bahan pangan terhadap inflasi. Berbagai regulasi ditetapkan untuk mengatur dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan

Sebagaimana diamanatkan  UU 18 tahun 2012 tentang Pangan, bahwa Penyelenggaraan Pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan

Untuk itu  Bupati Hendy kepada awak media mengatakan, akan membentuk Tim Khusus, yang bakal menjamin ketersedianan dan stabilitas harga gabah.

“Kami akan bentuk struktur (tim) dari perwakilan stakeholder beras untuk menjamin kestabilan harga beras,” jelasnya.

Persoalan stabilitas harga beras, bukan karena produksi gabah turun, karena Kabupaten Jember  tercatat sebagai lumbung beras nasional, yang berhasil mempertahankan eksistensi daerah produsen beras, mekanisme pasar bebas juga turut menjadi factor berpengaruh.

Karenanya, saat panen raya, Bupati Hendy ingin harga tetap terkendali, sehingga  para petani di Jember tidak mengalami kerugian. Upaya itu dapat dilakukan dengan menciptakan perluasan pasar, sehingga perputaran beras stabil.

Jember Kabupaten Agraris

Senada dengan pernyataan Bupati Hendy, Kepala Bi Kantor Perwakilan Jember Hestu Wibowo   mengatakan,  bahwa sebagian besar perekonomian Jember ditopang sektor pertanian. Jember sebagai Kabupaten agraris, mengalami surplus beras dalam 5 tahun terakhir, sehingga tidak terjadi inflasi pada harga beras.

BI sedang mengkaji kemungkinan Jember dihubungkan dengan daerah yang kekurangan beras dalam bentuk kerjasama antar daerah.

“BI akan coba akan jadi Ambassador bagi Jember menjajaki potensi pasar ke daerah minus produksi beras khususnya ke wilayah timur Indonesia,”kata Hestu.

Dampak Politik

Sedangkan, Pimpinan Cabang Bulog Jember, Budi Sultika menjelaskan, bahwa aspek politik juga mempengaruhi pendistribusian dan pemasaran beras

“Isu impor beras beberapa bulan lalu. Tetapi kami bersyukur tidak ada beras impor masuk ke Jember,”ungkap Budi.

Budi memperkirakan,  harga beras cenderung deflasi. Stok beras Jember terbesar di Jatim. Bulog Jember telah menyerap kurang lebih 10.000 ton gabah 1.000 beras hingga Bulan April 2021.

“Saat ini Bulog Jember sedang menyelamatkan harga di tingkat konsumen, dengan menjual beras,” ungkanya (wildan).

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *