Solusi Konflik Perguruan Silat, DPRD Jember Inisiasi Perda Ketertiban

  • Bagikan

JEMBER – JEMPOL – Konflik antar perguruan silat di Kabupaten Jember, yang belakangan marak, mendapat perhatian serius Pemkab dan DPRD Kabupaten Jember. Atas usulan PC NU Jember, DPRD Jember menggelar Rapat Dengar Pendapat
(RDP) Kamis Siang (27 Mei 2021).

Tampak hadir dalam RDP itu, Pimpinan DPRD Jember, Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman, Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin, PC NU Jember Hm. Ayub Junaidi, SH, Ketua IPSI Jember Agus Supa’at, Ketua PSHT H. Jono Wasinuddin, Ketua Pagar Nusa Jember Fathorrozi.

Usai RDP, kepada wartawan Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menjelaskan, di Kabupaten Jember, salah satunya yang rentan terjadi konflik adalah pergesekan antar perguruan silat.

Perda Inisiatip DPRD Jember

Karenanya, kata Itqon, potensi konflik itu akan dimasuukkan dalam klausul salah satu perda inisiatif DPRD tentang ketertiban dan keamanan.

“Tentu permasalahan ini, sebelum.legal drafting, naskah akademik, tim ahli kita akan mendalaminya, untuk kita masukkan dalam perda inisiatif DPRD,” jelasnya.

Itqon juga menjelaskan, pihaknya telah mengkomunikasikan kepada Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, yang bersepakat akan mengumpulkan 33 perguruan silat di Kabupaten Jember, untuk menyelesaikan konflik antar perguruan tak berkepanjangan.

“Kata pak Bupati, Jember harus kondusif, bagaimana investor mau datang kalau Jember tidak aman,” ujar itqon menirukan pernyataan Bupati Hendy.

Penertiban Tugu Perguruan Silat

Sementara, Wakil Bupati Jember Gus Firjaun mewacanakan penertiban tugu simbol perguruan silat, yang rencananya hanya boleh dibangun di sekretariat atau padepokan tempat perguruan silat tersebut berlatih.

“Simbol-simbol terkait perguruan silat yang ada di tempat umum itu akan kita tertibkan, harus dirobohkan. Ini untuk mewujudkan kebersamaan satu dengan yang lain,” ucap Gus Firjaun

Pernyataan Gus Firjaun menegaskan rencana Bupati Jember untuk mengumpulkan 33 Perguruan Silat di Kabupaten Jember.

“Kami harap semua perguruan silat bisa menyepakati usulan ini,” kata Firjaun.

Gus Firjaun mengatakan, untuk mencegah konflik pergesekan antar perguruan silat, salah satu upayanya, pemkab Jember akan melakukan penertiban atas berdirinya tugu perguruan silat yang berada ditempat umum.

“Kalau satu perguruan mendirikan, yang lain juga akan turut memasang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gus Firjaun menilai, berdirinya bangunan tugu perguruan silat yang tersebar secara liar, berpotensi menjadi alat provokasi untuk membenturkan antar perguruan.

“Bisa jadi ada pihak yang tidak bertanggungjawab ingin membenturkan antar perguruan, bisa melalui perusakan simbol tersebut. Kita tidak ingin itu terjadi,” pungkasnya. (Wildan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *