Bupati Hendy Bersama BPS Wujudkan Desa Cantik, Seperti Apa Ya ?

  • Bagikan
Bupati Jember dan BPS
Keterangan Foto : Bupati Jember Ir Hendy S didampingi KH MB Firjaun Barlaman, bersama BPS membahas Desa Cantik

JEMBER – JEMPOL – Desa Cantik, merupakan program Pembinaan Statistik Sektoral Desa Cinta Statistik (DESA CANTIK) pada 2021. Pemerintah bersama  Badan Pusat Statistik (BPS) sebenarnya hanya mencanangkan 100 Desa Cantik, tetapi Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto menginginkan Kabupaten Jember memiliki Desa Cantik, di 31 kecamatan se Kabupaten Jember.

Saat pertemuan antara Bupati Hendy didampingi Wakil Bupati Jember Mohamad Balya Firjaun Barlaman bersama  Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, membahas pelaksanaan Satu Data Indonesia di Kantor Bupati Jember, Rabu (19 Mei 2021), Bupati Hendy menyambut program inovasi BPS itu, untuk mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di seluruh kementerian atau lembaga di Indonesia.

Hal itu sejalan dengan harapan Presiden Jokowi yang senantiasa menekankan, agar birokrasi di Indonesia ke depan harus lincah, sederhana, adaptif, dan inovatif serta mampu bekerja secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu, pelaksanaan reformasi birokrasi menjadi sangat penting untuk dibangun secara sistematis dan berkelanjutan oleh seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) termasuk BPS.

Untuk dapat mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi seluruh K/L diminta untuk membuat quick wins baik yang bersifat mandatory maupun mandiri.

Salah satu inovasi yang dilakukan BPS pada tahun 2021 ini adalah program Pembinaan Statistik Sektoral Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Kepala BPS Jember, Ir  Arif Joko Sutejo MM, mengatakan akan fokus untuk mengerjakan program Desa Cantik di setiap kecamatan di Kabupaten Jember.

“BPS akan turun ke desa untuk membina di desa, agar produk atau output data statistik di desa berkualitas dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan di desa tersebut,” terangnya.

Program Desa Cantik itu, bentuk tanggung jawab BPS dalam melakukan pembinaan statistik sektoral, sebagaimana tertuang dalam UU No. 16 Tahun 1997 tentang statistik.

Menurut Arif, program Desa Cantik sejalan dengan semangat Satu Data Indonesia dalam mewujudkan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan.

“Di setiap kecamatan telah tersedia satu desa cantik demi kelancaran proses pendataan, maka infrastuktur harus mendukung terutama dalam bidang IT,” pungkasnya.(wildan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *