Bangkitkan Bandara Notohadinegoro, Bupati Hendy Pastikan Pasarnya

  • Bagikan
Bandara Notohadinegoro
Bupati Hendy (Kiri) dan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Wayan Superman (kanan)

JEMBER – JEMPOL Bandara Notohadinegoro, gagasan pembangunannya  dimulai dari upaya memecah batu es, Kabupaten Jember yang selama ini berada di wilayah terjepit diantara Kabupaten lain sekitarnya. Gagasan yang diawali oleh Mantan Bupati Jember Drs H Syamsul Hadi Siswoyo Msi itu, kemudian sempat beroperasi di era Mantan Bupati Jember dr Hj Faida MMR, kini Bupati Jember Hendy Siswanto berkemauan keras ingin melanjukannya.

Hal itu disampaikan Bupati Hendy,  usai menerima kunjungan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI Wayan Superman di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, Rabu (19/5/2021) siang.

Sementara, keberadaan Bandara Notohadinegoro, yang sempat macet tidak ada layanan penerbangan, membuat Bupati Hendy terdorong untuk mengaktifkannya kembali, menjadi Bandara Komersial.

“Baru tahun depanlah kita berharap sudah bisa menjadi bandara komersial, dengan rute penerbangan Jakarta – Jember,” ujarnya saat ditanya wartawan.

Ciptakan Pasarnya Dulu

Untuk mewujudkan gagasannya itu, Bupati Hendy akan melakukannya secara bertahap, dengan menciptakan pasarnya terlebih dulu. Sehingga dapat dipastikan ada rute penerbangan. Sementara sudah ada dua maskapai penerbangan yang sudah bersedia, Wings Air dan Citilink.

“Hanya saja harus ada garansi, ada penumpang yang memanfaatkannya,” kata Hendy.

Untuk itu, Bupati Hendy mengaku sudah membuat skema penerbangan, dengan mengharuskan OPD Pemkab Jember yang akan pergi menuju Surabaya harus naik pesawat dari Jember, sesampai di Surabaya dijemput mobil. Ketentuannya, kata Hendy occupansi penumpang harus 60 %, atau sekitar  jumlah 40 kursi, dari 72 kursi  pesawat yang tersedia.

“Kelilinglah kerja di Surabaya, Pulangnya nanti pakai mobil lagi, karena jadwal penerbangannya kan hanya sekali, dan belum tepat waktunya,” katanya.

Rutinnya jalur penerbangan, akan memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa jadwal penerbangan ada terus. Karenanya, perlu Jember akan menggarap destinasi wisata, yang menjadi tujuan kunjungan wisatawan.

Seperi lapangan golf Glantangan. Kabupaten Jember memiliki lapangan golf, yang dapat memberikan layanan kepada kelas menengah ke atas yang biasanya suka golf.

“Harapannya mereka yang datang ke Jember, akan menjadi investor. Ayo datang ke Jember, kita bikin sesuatu, ada lapangan golf kok, itu kunciannya,” ujarnya.

Untuk mewujuskannya, Hendy mengaku mengajak  berkoordinasi  pihak PTPN untuk memperbaiki fasilitas lapangan golf yang ada.

Selain itu, Pemkab Jember akan memperbaiki bangunan bandara untuk menunjang orang yang masuk datang ke bandara tersebut. Perbaikan gedung itu untuk menunjang kapasitas penumpang.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan perlunya penguatan sarana wisata, sebagai daya tarik yang akan mengundang orang datang ke Jember dengan menggunakan sarana penerbangan.

“karenanya kita akan lakukan perbaikan sarana pariwisata, termasuk pemasangan penerangan PJU yang masuk hingga ke pelosok desa, sehingga orang tertarik berkunjung ke Jember,” harapnya.

Targetkan Rute Jember – Jakarta

Hendy menegaskan, jalur penerbangan Jember – Jakarta, akan mudah dicapai, jika rute jalur penerangan Surabaya – Jember – Denpasar sudah dapat beroperasi secara regular.

“Target  penerbangan Jember – Jakarta, itu harus. Persiapannya, tinggal menambah panjang runway saja. Paling hanya menambah sekitar 700 meter,” tegasnya.

Dukungan Lanud Abdulrahman Saleh

Dukungan Lanud Abdurrahman Saleh terhadap keberadaan Bandara Notohadinegoro, menurut Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Wayan Superman sudah dimulai sejak adanya gagasan Bandara Jember itu. Dukungan itu dalam bentuk monitoring dan pengamanan bandara karena ada aktivitas penerbangan pesawat

“Kami sudah mendukung, kalau tidak salah sekitar tahun 2014 an ya. Apalagi kami memiiki Pos TNI AU di Bandara Notohadinegoro,” jelasnya.

Marsma TNI Wayan yakin, Bandara itu akan hidup kembali. Karena menurutnya Jember memiliki banyak potensi, untuk menarik minat orang datang. Baik dari sisi pariwisata, ekonomi, juga investasi.

“Bandara menjadi sarana bagi mereka yang ingin bepergian cepat. Pemkab tentunya yang mengetahui potensi apa yang bisa dipakai. Bisa dimulai dari pariwisata dan sektor usaha,” tegas Wayan. (wildan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *