Mahasiswa dan santri Patani Thailand Gelar Lebaran di Rektorat Unej

  • Bagikan
Mahasiswa dan santri Patani Thailand
Mahasiswa dan santri Patani Thailand Gelar Lebaran di Rektorat Unej

– Warga Jember Ramah Obati Rindu Kampung Halaman 

Jember – Jempol –  Mahasiswa dan santri Patani Thailand,  yang menuntut  Ilmu di Jember, gelar lebaran bersama. Para Mahasiswa asal Thailand itu, memanfaatkan momen lebaran, untuk mengobati rasa rindu  kampung halaman, yang gegara  wabah pandemic  covid 19 dan urusan perkuliahannya, mereka terpaksa harus betah bertahan.

Mahasiswa dan santri Patani Thailand
Keterangan Foto : Mahasiswa dan santri Patani Thailand Gelar Lebaran di Rektorat Unej

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Patani (Thailand Selatan) Indonesia (HMPI) Anwa Yusoh, menyatakan, mahasiswa Patani Thailand yang berada di Jember, meski belum bisa pulang kampung halaman, tetapi masih bisa merayakan kebahagiaan bersama. Sementara, pejuang Islam di Palestina dan Patani Thailand masih harus berjuang mempertahankan keyakinannya.

Mahasiswa dan Santri Patani Thailand
Keterangan Foto : Ketua Umum HMPI Anwa Yusoh

“Alhamdulillah, kita masih bisa merayakan dengan berbusana bagus Makanan mewah tetapi masih banyak di dunia ini yang tidak mengalami nasib  sebaik  kita, contoh pejuang Islam yang ada di Palestina atau di Patani sendiri. Dan Harapan pada acara kali ini,  agar warga Indonesia mengenal tentang budaya Patani entah itu pakaian, makanan dan lainnya. Dan mengucapkan selamat hari raya idul Fitri maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Masyarakat Jember Ramah

Melalui chatingan messenger Facebook, Jum’at (14 Mei 2021), Anggota Himpunan Mahasiswa Patani (Thailand Selatan) Indonesia (HMPI), Sulaiman Saha,  yang juga mahasiswa FKIP Jurusan PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Universitas Jember, mengaku selama 5 tahu, merasa beruntung sempat belajar di Jember, banyak pelajaran dan ilmu yang bisa dibawanya pulang ke Negaranya kelak.

Masiswa dan santri Patani Thailand
Keterangan Foto : Anggota HMPI, Sulaiman Saha

“Orang-orang disini ramah suka tolong menolong dan banyak ilmu yang bisa saya menggali bawa pulang ke tanah air,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sulaiman mengisahkan, Mahasiswa asal Thailand  yang sedang menuntut  ilmu di Jember,  menggelar  Hari Raya Idul Fitri 1442 H dengan busana khas Melayu Patani atau di kenal dengan baju telok belango.

“Kami berkumpul bersama, selain saling menjalin silaturahmi, juga untuk mengobati rasa rindu pada kampung halaman,” ujarnya.

Mahasiswa dan santri Patani Thailand
Keterangan Foto : Mahasiswa dan santri Patani Thailand Gelar Lebaran di Rektorat Unej, sambil makan menu khas Thailand

Menurut Sulaiman, kegiatan itu, sudah biasa digelarnya setiap Tahun.  Setelah menunaikan ibadah shalat idul Fitri, Mahasiswa dan santri Patani biasanya  berkumpul di suatu tempat.  Pada tahun ini, mereka  memilih lokasi kampus Unej depan rektorat,  untuk melakukan halal bihalal serta makan bersama, dengan makanan ciri khas Patani, sebagai makanan tradisi, seperti lakso nasi, minyak dan minuman thaitea.

Mahasiswa dan Santri Patani Thailand,  tersebar di beberapa perguruan tinggi di Jember,  antaranya Universitas Jember, IAIN Jember, Unmuh Jember dan Pondok pesantren Nurul Islam Jember.

Mahasiswa dan santri Patani Thailand
Keterangan Foto : Mahasiswa dan santri Patani Thailand Gelar Lebaran di Rektorat Unej, sambil makan menu khas Thailand

Ramadhan Juga Tetap Semarak

Sulaiman juga menceritakan, Mahasiswa asal Thialand itu, juga mengisi kegiatan selama bulan ramadhan, dengan berbuka bersama dan bagi-bagi takjil bagi masyarakat sekitar.

Paada tahun 2019, mereka tidak bisa menggelar kegiatan bersama, karena ketatnya larangan berkerumun. Tapi di tahun ini, mereka bisa kembali menggelar kegiatan berbuka bersama yang dilanjutkan dengan ibadah salat tarawih dan membaca kitab suci bersama.

Mereka berharap, kegiatan berjualan dan berbagi takjil bagi masyarakat, selama Ramadhan,  dapat memperkenalkan makanan dan minuman khas Thailand kepada masyarakat.

Hidangan khas Thailand yang disuguhkan,  sebagai menu berbuka puasa bersama, seperti makanan pembuka Bualay yang terbuat dari tepung dipadukan dengan kuah santan.

“Kegiatan itu bisa menjadi jalan silaturahmi dengan masyarakat sekitar. Serta mengenalkan budaya khas dari Patani. Kegiatan ini juga sekaligus mengisi kekosongan para mahasiswa Patani yang merayakan ramadan di perantauan,” pungkasnya. (gilang)

https://www.amazon.com/gp/help/survey?p=A46D8D1BOGZNC&k=hy&linkCode=ll2&tag=jempol-20&linkId=e35b6e1c88bc2c2b41f46aa88fa33a7f&language=en_US&ref_=as_li_ss_tl

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *