Tindak Lanjuti Instruksi Kapolri, Polres dan Pemkab Jember Bentuk Tim Gabungan Pengamanan Lebaran 2021

  • Bagikan
instruksi kapolre
Bupati Jember, Hendy Siswanto menjadi inspektur apel Operasi Ketupat Semeru 2021 di halaman Mapolres

JEMBER – JEMPOL- Polres dan Pemkab Jember Bentuk Tim Gabungan Pengamanan Lebaran 2021. Menindak lanjuti instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar tempat-tempat wisata yang berada di zona merah dan oranye tutup selama masa libur Lebaran dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19, melalui surat telegram nomor STR/336/IV/PAM.3.2./2021 yang ditandatangani Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto, bertanggal 30 April 2021.

Jajaran polres Jember menerjunkan 260 personilnya untuk melakukan pengamanan, baik ditempat keramaian, wisata dan untuk penerapan aturan larangan mudik, yang diberlakukan sejak 6 Mei kemarin hingga 17 Mei mendatang.

Menurut Kabag OPS Polres Jember Kompol Agus Supariyono, saat dikonfirmasi di mapolres, Jumat (7/5/2021) malam, Polres Jember membentuk personel gabungan, yang terdiri dari Polri, TNI,  Satpol PP dan Dishub Jember,

“Personil gabungan akan diterjunkan  dengan konsentrasi di 4 titik Posko pengamanan. Yakni di pertokoan  roxy mall, alun-alun kota Jember, Pantai Pancer Puger, serta Pantai Watu Ulo dan Papuma,” kata Agus

Penetapan titik pengamanan itu, kata Agus, untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

“Juga sosialisasi dan penerapan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Yang fokus di wilayah Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pengaman mudik lebaran tetap ada, dan dilakukan per rayon, Kata Agus, Kabupaten Jember mauk dalam Rayon 3. Yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo.

Agus menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kemudian untuk titik pusat keramaian, seperti mall, pasar, ataupun juga lokasi wisata, untuk tetap terapkan prokes, dan jangan berjubel saat belanja,” tegasnya.

Bupati Terapkan Larangan Mudik dan Tutup Tempat Wisata

Terpisah, Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan, disamping larangan mudik, pemkab Jember juga memberlakukan penutupan tempat wisata. Kebijakan itu, kata Hendy untuk mengantisipasi merebaknya virus covid 19.

“Ada tren kenaikan positif Covid-19 sebesar 2,30 persen menjelang Idul Fitri, dibandingkan dari masa sebelumnya,” kata Hendy.

Kata Hendy, berdasarkan pengalaman tahun 2020 lalu. Ada kenaikan angka penyebaran Virus Covid-19 saat menjelang Idul Fitri.

“Hasil survey dari Dinas Perhubungan menyebutkan akan ada 81 juta orang akan bergerak jika arus mudik diizinkan. Meski dilarang pun diperkirakan masih ada 17,5 juta orang berusaha akan mudik,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, kasus Covid-19 harus diwaspadai dan jangan lengah. Hendy mencontohkan kejadian di Negara India, yang terjadi ledakan pandemic covid 19, karena kelengahan dalam menanganinya.

“Di  India. sekitar 400 ribu kasus perhari dan sekitar 3.500 orang meninggal perhari karena Covid-19. Karena itu, esensi larangan mudik 2021 adalah mencegah penyebaran Covid-19 hingga tidak terjadi Klaster baru,” ujarnya. (wildan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *