Bupati Jember Hendy Larang Mudik Warganya, Apa Sebabnya ?

  • Bagikan
Bupati Jember larang mudik
Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto bersama Forkopimda Kabupaten Jember mengikuti rapat koordinasi (rakor) secara daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri tentang Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah, Senin (03/05/2021).

Jember_ jempol_  Usai rakor nasional penegakan disiplin protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 secara virtual,  yang juga diikuti Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman, unsur Forkopimda dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (03/95/2021).

Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan akan segera menindak lanjuti instruksi mendagri serta sejumlah menteri lainnya melalui virtual meeting itu, Bupati Jember Hendy Siswanto  mengatakan, segera memberlakukan larangan  tegas kepada masyarakat untuk mudik atau pulang kampung ke Jember. Bupati mengakui, bahwa pandemi Covid-19 nyata adanya, sebab itu diperlukan kerjasama sungguh-sungguh dari semua pihak agar segera berakhir.

“Tidak boleh mudik, tidak bisa ditawar lagi. Kami minta tolong untuk kerjasamanya agar wabah ini berakhir, ”ucap Bupati Jember Hendy Siswanto,

Saat rakor, disampaikan perkembangan penyebaran Covid-19 di kawasan selatan Asia, utamanya negara India, yang senantiasa  menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Kasus ledakan pandemic covid 19 yang terjadi di India, akibat dari sikap lengah dan menganggap enteng  adanya Covid-19, ratusan ribu penduduk di negeri anak benua itu terpapar virus corona.

Tak ingin kejadian yang menimpa penduduk di negeri Hindustan itu terjadi di negeri ini, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, melalui virtual meeting, berpesan, agar seluruh masyarakat betul-betul menaati protokol kesehatan dalam setiap aktifitasnya. “Bapak Presiden meminta agar masyarakat tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Beliau mengatakan ini sehubungan dengan kasus Covid-19 di India yang kian melonjak, ” ujar Mendagri,

Rakor penegakan disiplin protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 secara virtual yang dipimpin mendagri Tito Karnavian itu diikui seluruh Gubernur, Bupati/Walikota serta Forkopimda seluruh Indonesia. Rakor tersebut membahas kondisi pandemi Covid-19 secara nasional dan pemetaan potensi kerawanan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Disampaikan mendagri, bahwa akibat dari kelengahan menyusul menurunnya kasus penularan Covid-19 setelah dilakukannya vaksinasi, masyarakat India abai terhadap protokol kesehatan. Akibatnya, ratusan ribu penduduk di negeri tersebut terpapar Covid-19.

“Kami harap semua Gubernur, Bupati, Walikota dan Forkopimda untuk memperkuat pencegahan penularan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat dan larangan mudik,” tegasmya. (Gilang)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *