Bangunkan Sahur Pakai Reog, Ibadah,  Ekspresi Seniman Tradisi Apa Sindiran Ya ?  

  • Bagikan
Jember
Bangunkan Sahur Pakai Reog

Jember _ Jempol_Bangunkan sahur pakai Reog.  Bagi seiman tradisi muda di Kabupaten Jember, apapun, dimanapun  dan kapanpun, asyik saja jadi ajang ekspresi berkesenian. Bulan Ramadhan juga tidak menutup kebebaran berekspresinya, seperti yang dilakukan . Warga Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, pelaku Kesenian Reog  memanfaatkan Ramadan dengan membangunkan sahur.

Ekpresi Seniman Tradisi

Seperti disampaikan Koordinator  kelompok kesenian Nirta Sari Putro (Kelurahan) Baratan Buraji, mengaku sudah setiap tahun memanfaatkan bulan ramadhan, dengan menampilkan kesenian reog yang dibinannya.  Selasa menjelang sahur (27/2/2021).

“Pokok tiap Ramadan  membangunkan sahur dengan cara begini,” kata Buraji

Ibadah Juga

Sekitar 45 pemuda anggota Grup Kesenian Nirta Sari Putro, sambil berjalan kaki, sepanjang 5 km  berkeliling di wilayah Kelurahan Baratan,  menampilkan aksi atraktifnya, sambil diiringi music reog.

“Kami ingin mengingatkan warga saatnya  makan sahur, karena kan bagian dari ibadah,” katanya.

Kurang Perhatian Pemerintah

Secara umum, seniman tradisi di kabupaten Jember, tumbuh dengan kemandirian, dan minimal sentuhan pemerintah. Kehidupan mereka semakin terseok, ketika dilanda pandemic Covid 19, diakui  Muraji, pagelaran seni dan kegiatan ramai-ramai dibatasi pemerintah.

Kehidupan mereka banyak bergantung pada tanggapan (Job) orang hajatan pernikahan atau sejenisnya, padahal sejak adanya Pandemi Covid-19, ada larangan masyarakat mengadakan  kegiatan hajatan atau pernikahan dengan menampilkan  kesenian, yang dikhawatirkan bisa mengundang keramaian.

“Kita berharap adanya perhatian pemerintah, setidaknya di tingkat desa. Tapi kalau di desa belum pernah kayaknya bantu, Bantuan Pemkab Jember  hanya pada saat Covid 19,” ungkapnya..

Berharap Bupati Hendy Turun Tangan

Meski masih wacana, Buraji mendegar rencana Bupati Jember Hendy Siswanto yang akan memberdayakan pelaku dan pekerja seni di Jember, melalui pementasan seni regular.

Jika rencana itu bisa terlaksana, kata Buraji, maka kehidupan seniman tradisi Jember akan lebih diperhatikan.

“Semoga niat baik pak bupati bisa terlaksana, jadi bisa membantu kami-kami ini pekerja seni di Jember,” pungkasnya. (Wildan)

sumber berita : Humas Media Centre PWJ Asyik

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *