Personal Branding  Strategi Menyihir Orang

  • Bagikan
Personal Branding
enaga Ahli Menteri (TAM) bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati

Jember- Jempol _ Personal branding adalah praktik untuk mempromosikan diri, karir dan pencapaiannya sebagai sebuah merek. Personal branding merupakan proses mengembangkan dan mempertahankan reputasi dan kesan individu.

Hal itu dikatakan Tenaga Ahli Menteri (TAM) bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati, saat berlangsungnya  pelatihan membangun Jati Diri (Personal Brand) di era digital. Kegiatan ini diselenggarakan di Kafe Nong,  dihadiri lebih dari 50 peserta yang berasal dari Kampus IAIN Jember, Universitas Jember, STAI Alqodiri Jember, IKIP Jember, INAIFAS, dan Relawan TIK Jember. Minggu, 24 April 2021.

“Jadi bisa dikatakan jika personal branding, merupakan cara kamu dalam mempromosikan diri sendiri. Di sini kamu ingin dikenal sebagai apa menjadi sangat penting. Ingat personal branding menceritakan kisah kamu dan kesan yang didapat orang dari reputasi kamu,” paparnya.

Personal Branding membutuhkan keterampilan, pengalaman, dan kepribadian  yang menjadi landasan membangun personal branding. Kombinasi  diantara ketiganya menciptakan diri sesorang dikenal orang.

“Membangun jati diri yang positif dibutuhkan di era digital, sebagai upaya memastikan bahwa eksistensi yang terbangun, berlandaskan program dan atau produk yang positif dan produktif,” Ujar Devie Rahmawati, Narasumber pelatihan Public Speaking dan Personal Branding.

Manfaat Personal Branding

Brand yang kuat, kata Devie tidak hanya mampu menyihir public, namun mampu memberikan manfaat ekonomi bagi individu dan institusi.

“Studi-studi global menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kemampuan komunikasi personal dan public yang baik akan mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi di kantor misalnya,” tambah Devie Rahmawati,

Respon Peserta

Ketua Komisariat PMII Universitas Jember  Rizky , salah satu peserta pelatihan itu menyatakan Pelatihan Personal Branding itu selaras dengan kebutuhan mengembangkan nilai – nilai organisasi.

“Kami hadir dalam pelatihan ini, karena tema yang dibawakan selaras dengan upaya kami membangun citra diri organisasi dan public speaking,  agar dapat secara utuh mentransformasikan nilai-nilai organisasi di hadapan publik,” ujar Rizky.(wildan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *