Siti Nurhaliza Potret Stunting, Warisan Kemiskinan Jember

  • Bagikan
Siti Nurhalisa Potret stunting jember
Siti Nurhalisa Potret stunting Jember direspon DPK GMNI IAIN Jember

Jember – jempol_  Siti Nurhaliza  Potret Stunting, Warisan Kemiskinan  Kabupaten Jember.  Siti Nurhaliza, anak berusia 10 tahun  warga Dusun Ragang Desa Plerean Kecamatan Sumber Jambe Kabupaten Jember Jawa Timur itu, mengingatkan pesan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meminta Bupati Jember Hendy Siswanto untuk mengatasi warisan tingginya angka gizi buruk (Stunting) di Kabupaten Jember.

Menurut Gubernur Khofifah, stunting gizi buruk (Prevalensi stunting ) di Kabupaten Jember pada 2019 mencapai 37,94. lebih tinggi  dari angka stunting di Jawa Timur yang hanya  26,86.

Hal itu disampikan Gubernur Khofifah saat memberikan pidato sambutan dalam sidang paripurna serah terima jabatan kepala daerah dari Pelaksana Harian Bupati Hadi Sulistyo kepada Bupati Hendy Siswanto di gedung DPRD Jember, Selasa (2/3/3021).

Siti Nurhaliza merupakan putra satu – satunya dari Keluars Sale,  yang kesehariannya hanya mampu bekerja sebagai buruh tani serabutan, yang sejak 10 tahun lalu telah dikarunia satu satunya anak perempuan dengan kondisi mengenaskan. Kurus kering dan tumbuh layu.

Liza, panggilan dari Siti Nurhalisa lahir pada bulan April 2010. Sejak usia 5 tahun menderita sakit yang sampai sekarang tahun 2021, tak pernah sekalipun mendapat sentuhan bantuan Fasilitas Kesehatan dari Pemerintah.

Mereka  tinggal di rumah berlantai tanah, yang baru sebulan lalu rumah teraliri listrik, itupun sekedar numpang  ketempatan yang kebetulan  tetangganya membutuhkan rumahnya jadi “rumah meter” sambungan PLN.

Keluarga Sale sebenarnya terdaftar sebagai penerima PKH yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu Jamkesmas, namun dibeberapa bulan terakhir, mereka tak lagi menikmati fasilitas bantuan-bantuan sesuai kartu yang mereka miliki.

Sementara,  dijendela kaca rumahnya  masih terpasang stiker sebagai Keluarga Penerima PKH dan satu lagi stiker Keluarga Penerima BPNT.

Namun, ditengah kesulitan ekonominya, Sale terus saja berupaya mencari obat penyembuh buat anaknya, meski hanya bisa melalui jalan penyembuhan alternative, karena tak sanggup mengongkosi pengobatan Lisa melalui jalur medis.

Sedangkan tawaran bantuan dari aktivis sosial masih belum bisa diterimanya.

“Nanti saya rembug dulu dengan keluarga,” ujar Sale.

DPK GMNI IAIN Jember
Kasus Siti Nurhalisa Potret Stunting sebagai gambaran warisan Kemiskinan di Kabupaten Jember, mendapat perhatian DPK GMNI IAIN Jember

Kondisi stunting Kabupaten Jember ditanggapi  Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI IAIN Jember Ilham Ramadhan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka stunting di kabupaten Jember yang menggambarkan tingginya angka kemiskinan, yang seharusnya mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Ilham mengaku DPK GMNI jember sedang melakukan kajian serius atas kondisi buruk ini. Hasil kajiannya diharapkan akan menjadi rekomendasi bagi pengambil kebijakan di Kabupaten Jember. Hal  ini, kata Ilham bukan sekedar perwujudan dari pelaksanaan UUd 45, melainkan sebuah upaya yang mesti dikedepankan, guna menanggulangi pengentasan kemiskinan, yang tentu saja akan berdampak positif pada peningkatan taraf hidup rakyat.

Menurut Ilham, kasus Siti Nurhaliza Potret Stunting,  menunjukkan masih ada warga kabupaten Jember yang selama ini terlewatkan dari perhatian.

“Kami berharap, penanggulangan angka kemiskinan akan menjadi skala prioritas utama,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *