banner 728x250

Lina Sari Gadis Sasak Yang Masih Mau Sekolah Gak Mau Nikah Dini

  • Bagikan
banner 468x60

Lombok _ jempolindo.id _ Gadis kecil itu berjalan gemulai diantara kesibukan para perempuan Suku Sasak yang sedang memasak mempersiapkan ritual Asuh Gunung di desa Senaru Kecamatan Bayan Lombok Utara NTB. Senin (22/02/2021)

banner 336x280

 

Lina duduk di bangku kayu, memperhatikan para pria suku Sasak yang menyembelih kerbau buat hidangan Acara ritual.

Aku duduk disebelahnya, numpang berteduh dari hujan. Lina tersenyum lalu dengan ramah menyapa.

“Bapak darimana ?,” suara gadis itu lirih, sambil malu – malu.

Aku menatap wajahnya yang lugu, Lina seperti gadis Sasak lainnya mengenakan kain sarung dan sekedar penutup dada.

“Aku dari Jember Jawa timur dik, pernah kesanakah ?,” Jawabku.

Gadis bersorot mata bening itu lalu tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya, tanda dia belum pernah ke Jember.

Seperti anak – anak pada umumnya Lina ramah bercerita tentang persiapan ritual Asuh Gunung yang diketahuinya.

“Lina bantu juga kan,,” tanyaku.

“Ya sambil cari pengalaman,” jawabnya.

Usianya masih 14 tahun, Gadis itu masih duduk di bangku SMP Negeri Bayan. Gadis yang cerdas, kemarin dia mendapat rangking kedua di kelasnya.

“Sudah punya pacar dik ,” aku menggodanya.

“Belum, eh Lina gak mau pacaran dulu, Lina mau sekolah dulu,” bibir tipisnya bergerak lembut, bercerita tentang teman gadis seusianya yang mulai gemar bermain gadged.

“Banyak teman Lina yang putus sekolah gara – gara mainan Hp, terus pacaran terus gitu itu, ya jadinya dikeluarkan dari sekolah,” tuturnya.

Lina memilh belajar mengaji daripada banyak bermain gadget, hanya karena tuntutan sekolah on line saja terpaksa harus menggunakan handphone.

Kata Lina, masih ada gadis seusianya yang menikah dini, tapi Lina tak ingin menirunya. Gadis itu masih ingin melanjutkan sekolahnya hingga perguruan tinggi.

“Aku pingin jadi chef, juru masak,” katanya lugu.

Lina, satu diantara gadis suku sasak yang berpikiran maju, tetapi tetap menjalankan adat sukunya.

Gadis itu beranjak dari duduknya sambil berpamitan hendak membantu menyuguhkan minuman buat para tamu undangan.

“Maaf ya pak,” Gadis itu bersama temannya sibuk membantu menyuguhkan makanan dan minuman buat para tamu. (*)

 

banner 120x600
  • Bagikan