banner 728x250

Kidung Suci Doa Tolak Balak Bergema Di Lereng Gunung Rinjani

  • Bagikan
banner 468x60

Lombok Timur _ Jempolindo.id _ Ratusan masyarakat Adat Sasak di Nusa Tenggara berkumpul melakukan ritual Nyentulak, Doa Tolak Balak yang diselenggarakan Laskar Sasak bersama para tokoh adat di Dusun Biluk Desa Biluk Petung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, sekira pukul 09.00 WIB hingga usai. Senin (1 Februari 2021)

Tampak para tokoh adat duduk bersila di Berugak, sebuah tempat terbuat dari bambu beratap alang – alang, melaksanakan prosesi Upacara adat yang dipimpin Mamaq Lokaq Ketua adat Desa Biluk Petung.

banner 336x280

Kidung Suci betaburan yang disampaikan oleh para Mamaq Lokaq, berdoa agar bangsa dan negara inj dapat segera menyelesaikan seluruh permasalahan yang mendera.

Usai prosesi, Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda ) NTB Ir Wahyudi Adisiswanto menyampaikan, Upacara adat yang telah dilaksanakan, semata merupakan upaya silaturahmi.

“Pertemuan kali ini hakekatnya merupakan upaya menjalin silaturahmi diantara masyarakat suku sasak yang memang sangat kental dengan budaya gotong royongnya,” ucapnya dalam sambutannya.

Wahyudi menjelaskan, Suku Sasak memiliki karakter dan kepribadian yang kuat yang bersandar pada konsep trilogi, yakni pengabdian kepasa Tuhan, Persatuan dengan manusia dan Tetap Menjaga keseimbangan alam.

“Konsepsi ini dapat diadopsi sebagai upaya menanggulangi berbagai persoalan yang sedang dan akan dihadapi bangsa dan negara,” tegasnya.

Sekdapop NTB H Lalu Gita Aryadi mewkili Gubernur NTB yang berhalangan hadir menyampaikan terdampak Covid 19 yang terus bertambah, seperti sulit dikendalikan dengan pertimbangan akal sehat.

“Karenanya, terlaksananya Doa Tolak Balak yang dilakukan Masyarakat adat merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memohon kepada Allah agar bangsa ini keluar dari pandemi Covid 19,” ujarnya.

Lalu Gita berpesan agar warga NTB senantiasa mematuhi anjuran pemerintah untuk disiplin menjalan Protokol Kesehatan.

“Doa bersama penting untuk dilaksanakan, tetapi ihtiar dengan mematuhi protokol kesehatan juga harus tetap dijalankan, dengan memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak, dan mengurangi kegiatan yang berpotensi menularkan virus Corona,” pesannya.

Sedangkan Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi SH M Hum menyampaikan, selama hidupnya baru kali ini menyaksikan acara Nyentulak yang dilaksanakan secara adat.

“Saya berharap bahwa dengan acara ini, kita dapat segera keluar dari pandemi Covid 19, berikut persoalan lainnya, sehingga persoalan kehidupan dapat pulih kembali,” ujarnya.

Acara Nyentulak diahiri dengan lantunan Doa Suci yang dibawakan Ki Bajang Sembalun. (Fjr)

banner 120x600
  • Bagikan