Jadwal Pentas Ludruk Ditunda Tiga Jam Hanya Tunggu Dima Akhyar

0

Jember_Arjasa. Tak disangka Masyarakat  Dusun Duplang Desa Kamal Kecamatan Arjasa  antusias menunggu kedatangan Dima Akhyar, jadwal pementasan Ludruk Satriya Mandala terpaksa harus molor hingga  tiga jam, gara – gara Dima datang terlambat. Mestinya pementasan harus dimulai jam 18.00, hingga jam 21.00 baru dimulai.  Minggu (8/12/19).

Ketua Panitia Penyelenggara Pak Pri

Dihubungi melalui phone selulernya, Dima mengatakan masih harus mengisi kegiatan dialog kepemudaan di Kecamtan Wuluhan.

“Sabar ya, sebentar sudah selesai kami langsung menuju Kamal,” kata Dima.

Sementara para awak aktor Ludruk masih tenang menunggu kedatangan Dima Akhyar, sambil melanjutkan persiapan pentasnya.

Hingga Libyanto yang bertindak selaku pengarah membuka acara.

Memang pertunjukan kali ini tak seperti biasanya, sempat merebak Isu terhadangnya pertunjukan Ludruk Satriya Mandala pimpinan Pak Luluk Wibisono. Meski ahirnya isu itu tertepis sudah, dengan digelarnya pertunjukan tanpa halangan apapun.

Menurut keterangan Libyanto, seniman ludruk yang turut mendukung acara itu, ada sekelompok orang, tidak jelas oknumnya, berupaya keras agar Ludruk Satriya Mandala tak bisa digelar.

“Saya juga kurang tahu masalahnya,” kata Libyanto.

Jempol coba menelusuri penyebab.munculnya isu. Tampaknya isu bermula dari politik pilkades yang menyisakan luka.

Menurut keterangan  Pak Luluk,  semula pak Luluk dan kelompoknya merupakan pendukung kepala desa terpilih.

“Usai pelantikan pak kades malah nanggap ludruk sebelah, padahal ludruk Satriya Mandala satu satunya ludruk yang ada di desa kamal,” keluh Pak Luluk.

Rasa terpukul itulah yang mendorong pak Luluk terus mengadakan pertunjukan Ludruk, meski biayanya  ditanggung dari hasil urunan warga setempat.

Atas dasar kecemasan itulah, Salah satu pengurus Ludruk Satriya Mandala Misnaya meminta Dewan Kesenian Jember (DKJ) dan Jember Idea terlibat aktif memback up.acara itu.

“Kami mohon bantuannya ya pak, agar tak ada halangan,” katanya berharap ditengah kecemasannya.

Ketua DKJ Eko Suwargono

Malam itu, Ketua DKJ Eko Suwargono  mengawali sambutannya dengan kidungan. Eko menyampaikan dalam  sambutannya bahwa kesenian Ludruk merupakan kesenian milik bangsa yang patut dilestarikan.

“Mari kita dukung bersama kesenian ludruk ini,” harap Eko. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini