banner 728x250

SPP Diembat, Mahasiswa STIKES ABI Gelar Aksi

  • Bagikan
banner 468x60

Jempolindo.id – Surabaya. Ratusan Mahasiswa Stikes ABI Surabaya mengelar demo di Halaman Kampus STIKES ABI Surabaya. Selasa (27/8/19). Menurut Orator Aksi Acmad Sholeh, aksi demo dipicu atas dugaan penyelewengan dana dan penon aktifan kegiatan Mahasiswa yang dilakukan Pembantu Ketua (PK) II Nunuk Nurhayati.

Achmad Sholeh
Orator Aksi Achmad Sholeh

“Kami menuntut agar Bu Nunuk dicopot dari jabatannya,” kata Sholeh.

banner 336x280

Menurut Sholeh, pihak kampus juga bersikap tidak adil, pihak PK I dan II hanya diturunkan posisinya sebagai dosen.

“Atas kebijakan kampus itu kami mahasiswa ya tidak terima,” tegas Sholeh.

Masa aksi sempat ricuh, lantaran pihak kampus lebih dari tiga jam tak kunjung menjumpai. Massa berusaha mendobrak ruang pimpinan.

Akibatnya, saling dorong antara Masa Aksi dan Petugas Keamanan tak dapat dihindarkan.

Aparat Perlakukan Aksi Tak Manusiawi

Salah satu peserta Aksi yang juga alumni STIKES ABI Amir Mahmud menyanyangkan perlakuan Aparat Keamanan kepada masa  aksi  yang dinilainya tak manusiawi.

“Padahal kami hanya menuntut keadilan kenapa kok diperlakukan seperti hewan,” sergah Amir.

Lebih lanjut Amir Mahmud menjelaskan, kemarahan mahasiswa juga dipicu kenaikan SPP yang tidak dibarengi dengan peningkatan kelayakan fasilitas seperti alat laboratorium.

Amir Mahmud
Peserta Aksi Amir Mahmud

Kejelasan terkait kenaikan uang SPP Rp 4,2 juta yang sebelumnya hanya Rp 4 juta. Selain itu uang Rp 200 ribu sebagai tambahan dapat baju batik. Tapi ternyata hanya dikasih kain batik.

“Jadi kita jahit sendiri dan ada tambahan uang sendiri buat menjahit. Selain itu juga terselip dana pembayaran lab. sebesar Rp 600 ribu. Padahal setiap semester kita bayar, tapi tidak ada pembaruan alat, bahkan ada yang tidak mampu membayar terus dihina,” tutur Amir

Tambahan pula, sejumlah kegiatan mahasiswa, khususnya di momen 17 Agustus juga dinonaktifkan.

Meski pihak STIKES ABI menemui mahasiswa, namun massa aksi justru semakin berontak, lantaran kecewa bukan PK II Nunuk Nurhayati yang menjumpai massa.

“Aksi demo ini merupakan aksi ketiga, setelah dua aksi sebelumnya, tidak ditanggapi pihak pimpinan,” kata Amir.

Selain mahasiswa, 11 dosen keperawatan pun turut mengancam untuk mengundurkan diri dari kampus, jika dosen yang kini menjabat sebagai PK II tidak segera dicopot dari jabatannya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *