BID Sidoarjo Tahun 2019 Pacu Inovasi Desa Terbaik

0

Jempolindo.id-SIDOARJO. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan Tim Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Sidoarjo gelar Pekan Bursa Inovasi Desa 2019 selama 3 hari, Selasa-Kamis (27-29 Agustus 2019). Khusus tahun 2019, Bursa Inovasi Desa (BID) dilaksanakan dalam  tiga  cluster, di tiga lokasi berbeda, Kecamatan Krian, Kec Sukodono dan Kec Sidoarjo, setiap cluster terdiri 6 kecamatan.

Bursa Inovasi Desa Kabupaten Sidoarjo
Bursa Inovasi Desa Kabupaten Sidoarjo

Lokasi BID Cluster II, di Gedung Lokapala Kecamatan Krian pada Selasa (27/8/2019),
BID Cluster III di Gedung Gladiol Convention Hall Desa Pekarungan Kecamatan Sukodono pada Rabu (28/8/2019)
BID Cluster I di Mall Pelayanan Publik Kecamatan Sidoarjo, Kamis 29/8/2019).

Bupati Sidoarjo Saiful Illah saat memberikan sambutan, sekaligus membuka Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster III Kab Sidoarjo. Rabu (28/8/2019) menyatakan akan memberi penghargaan bagi desa  yang berhasil menampilkan capturing kegiatan inovasi terbaik, guna mendorong masifikasi kemanfaatan penggunaan Dana Desa yang  telah mencapai tahun ke-5, sejak pertama diluncurkan 2015.

“Pemkab Sidoarjo tidak akan tutup mata, bagi desa yang telah melahirkan inovasi terbaik akan mendapatkan penghargaan. Prosesnya nanti akan ada penilaian sehingga memunculkan kegiatan inovasi desa terbaik alias Best of the best yang akan ditetapkan dari hasil capturing yang ditampilkan dalam pekan BID di Sidoarjo,” kata Saiful Illah.

Bupati Sidoarjo memberikan apresiasi keberadaan fasilitas gedung pertemuan milik BUMdesa Pakerungan yang  digunakan sebagai lokasi BID Cluster III.

“Kegiatan usaha BUMdesa mesti beroritentasi bisnis dan juga perlu mempertimbangkan propek ekonomi dan keuntungannya seperti fasilitas gedung Gladiol Convention Hall ini. Langkah ini mesti jadi contoh untuk desa-desa lainnya. Hal sama juga seperti yang dilakukan BUMDesa Watesari yang akan saya kunjungi pasca acara BID ini yang mengembangkan agrobisnis kebun Blimbing,” ungkap Bupati Sidoarjo.

Pagu DD

Koordinator Konsultan Penamping Wilayah (KPW) IV Provinsi Jawa Timur, Andre Dewanto menegaskan Kabupaten Sidoarjo dengan total desa 322 yang tesebar di 18 Kecamatan itu pada 2019 ini mendapat pagu aliran DD sebesar Rp295,899 miliar, alokasi ini meningkat dibandingkan pada awal 2015 yang cuman Rp91,414 miliar dan meningkat secara bertahap menjadi Rp205,23 miliar pada 2016.

“Pagu DD tahun 2017 untuk Sidoarjo mencapai Rp261,93 miliar dan jadi Rp252,255 miliar. Problem penyaluran DD di Sidoarjo secara umum tidak ada kecuali adanya 4 desa yang tenggelam terdampak lumpur, kedepan mesti  mendapat status penyelesaian agar SILPA  DD Sidoarjo tidak meningkat terus,” kata Andre.

Andre berharap implementasi Program Inovasi Desa yang kini memasuki tahun ketiga dimana dimulai pada 2017 di Sidoarjo bisa semakin menampakkan hasilnya guna menjadi program pendamping dalam proses penyerapan DD lebih massif lagi.

“PID dengan agenda utama adalah BID sebagai wahana pertukaran ide, komitmen serta ilmu pengetahuan terkait kegiatan inovasi dengan tampilan capturing inovasi baik menu nasional maupun menu local bisa semakin membuat Desa bisa Inovatif, Mandiri, Berkelanjutan dan Sejahtera sebagai wujud nyata implementasi UU Desa dan konsep membangun Indonesia dari pinggiran,” ujarnya.

Andre memberikan apresiasi atas keberhasilan Tim Inovasi Kabupaten Sidoarjo yang pada 2018 telah menghasilkan 148 komitmen yang tertuang dalam dokumen perencanaan baik RKP (Rencana Kerja Pemerintah) desa serta APB (Anggaran Pendapatan dan Belanja ) Desa 2019 dengan total nilai Rp13,5 miliar.

“Harapannya pekan BID 2019 Kabupaten Sidoarjo ini bisa menghasilkan komitmen untuk kegiatan inovasi lebih banyak lagi,” tegasnya.

Peletakan Batu Pertama
Bupati Sidoarjo Saiful Illah melakukan proses peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat Edukasi dan Pengolahan Buah Belimbing.

“Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo ini sangat luar biasa karena sudah mampu membuat upaya inovasi khususnya terkait Pusat Edukasi dan Pengolahan buah Belimbing yang merupakan bagian dari Program Pilot Inkubasi Inovasi dan Pengembangan Ekonomi Lokal Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Langkah ini mesti dicontoh desa-desa lainnya di Sidoarjo,” ungkap Saiful Illah.

Bupati Sidoarjo juga memberikan apresiasinya terkait Desa Watesari khususnya melalui BUMdesa telah dikunjungi sejumlah desa dari kabupaten lain termasuk ada kunjungan dari warga asing yang melakukan studi banding.

“Desa Watesari sudah menjadi desa percontohan yang faktanya sudah jadi lokasi studi banding. Infonya yang berkunjung dari desa-desa Kabupaten Jombang termasuk ada warga asing dari Myanmar dan Jepang yang melakukan riset,” ungkapnya.

Terbagi Tiga Cluster

Pekan Bursa Inovasi Desa 2019 di Kabupaten Sidoarjo ini merupakan bagian penting dari Program Inovasi Desa (PID) yang telah berlangsung sejak 2017.

Koordinator TPP P3MD Sidoarjo yang juga Tenaga Ahli (TA) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ulul Azmi mengatakan pelaksanaan PID 2019 khususnya dalam kontek penyelenggaraan BID 2019 dilakukan dengan lebih terfokus agar misi dan visi PID lebih bisa terejawantahkan.

“Pelaksanaan BID dengan metode cluster ini diharapkan bisa lebih memfokuskan esensi PID dan mengindari pelaksanaan BID tahun-tahun sebelumnya yang terkesan ceremonial saja,” kata Ulul kepada pers di Sidoarjo, Senin (26/8/2019).

Ulul menjelaskan pekan BID 2019 di Sidoarjo mengusung tema “Dengan Bursa Inovasi Desa 2019, Mewujudkan Masyarakat Desa yang Inovatif, Mandiri dan Berkelanjutan”

Motto BID 2019

Datang, Komit, Tiru, Maju.

TA Bidang Infrastruktur Desa Arief Hidayatullah menyatakan pelaksanaan BID dengan system cluster diharapkan lebih banyak desa yang bisa membuat komitmen dan kemudian melakukan replikasi atas sejumlah program inovasi desa yang ditampilkan baik berupa menu nasional maupun menu local.

“Mereview hasil BID Sidoarjo pada tahun lalu [2018], dimana dari 322 desa se-kabupaten telah terjadi komitmen sebanyak 148 buah kartu dengan rincian 58 komitmen untuk bidang infrastruktur, 51 komitmen untuk bidang kewirausahaan serta 39 komitmen untuk bidang sumber daya manusia. Semoga pada pekan BID 2019 ini jumlah kartu ide maupun kartu komitmen yang terisi lebih banyak lagi syukur-syukur 322 desa semuanya membuat komitmen replikasi program inovasi,” kata Arief.

Lebih jauh TA Bidang Pembangunan Partisipatif Yuristiarso Hidayat menjelaskan esensi keberadaan PID sebagai program pendamping P3MD agar kemanfaatan penggunaan dana desa bisa lebih maksimal memberdayakat masyarakat local termasuk menumbuhkan prakarsa local dengan tidak selalu terfokus pada pembangunan bidang infrastruktur saja.

“WB [World Bank/Bank Dunia] memang mendesain PID yang sudah berlangsung tahun ketiga ini agar misi Undang-Undang Desa dengan instrument DD [Dana Desa] bisa lebih banyak terserap untuk berbagai bidang dengan adanya inovasi-inovasi atas prakarsa local yang bermunculan, dan tidak hanya untuk Infrastruktur saja. Alhamdulillah, dari 148 komitmen BID 2018 telah berhasil dituangkan pada naskah dan direalisasikan pada APBdesa 2019 bernilai Rp13,55 miliar,” kata Yuris.

TA Bidang Teknologi Tepat Guna Ilonka Widyawati menambahkan pada pekan BID 2019 yang terbagi 3 cluster, Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Sidoarjo telah menyeleksi sedikitnya 18 program inovasi dari ratusan menu nasional yang ada dalam direcrory PID.

“Langkah seleksi ini dilakukan untuk lebih memaksimalkan dengan menyesuaikan kondisi local secara umum di Sidoarjo. Untuk menu local yang ditampilkan berjumlah 86 menu yang merupakan hasil capturing TPID [Tim Pelaksana Inovasi Desa] level kecamatan, termasuk 1 capturing mandiri dari Desa Watesari Kec. Balongbendo akibat di kecamatan tersebut tidak terbentuk TPID-nya,” ungkap Ilonka.

TA Bidang Pelayanan Sosial Dasar Deyis Fariadi menegaskan dalam PID 2019 ini pihaknya juga sedang mendorong terbentuk Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk 322 desa se-Kab. Sidoarjo untuk program konvergensi penanganan dan pencegahan Stunting.

“Pemerintah pusat pada 2019 ini secara khusus memberikan beban program pencegahan stunting untuk dimasifikasi dalam agenda PID dan BID 2019 agar program nasional ini bisa semakin sinergi dan mencapai tujuan guna menaikkan posisi Indonesia dalam kontek gizi buruk dan anak berpertumbuhan tidak baik,” ungkap Deyis.

TA Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa Mohammad Irfan menegaskan sejumlah menu local yang digagas hasil prakarsa local di Sidoarjo cukup beragam termasuk capturing Kampong Lali Gadget di di Desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu.

“Untuk capturing berskala BUM-Desa [Badan Usaha Milik] diantaranya Desa Kedung Boto, Kec. Porong berupa Pengembangan kolam pancing dan wisata kuliner. Desa Kalitengah, Kec. Tanggulangin berupa Bank Minyak Jelantah dan olahan minuman Blimbing Wuluh. Ada skala Badan Usaha Milik Desa Bersama Kec. Jabon berupa Bus Air Wisata Tlocor dan Pulau LUSI,” tegas Irfan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini