Anggaran BPPD Jember sebesar 0,01 % Disoroti LKP Iqro’

0

jempolindo.id – Jember. Alokasi Anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember dilihat dari postur APBD tahun 2019, hanya sebesar 0,011 %, idealnya 1 % dari APBD. Hal itu disoroti Ketua Lembaga Kajian Publik (LKP) Iqro’ Suhemik, seperti dilansir Koran Harian Memo Timur, Jumat (25/1/2019).

Suhemik menilai alokasi sebesar 0,01 % setara dengan 4 milyar, untuk seluruh kegiatan BPBD Jember tidak realistis. Sedangkan untuk kegiatan penanggulangan bencana hanya sekitar 900 juta (0,002 % dari APBD).

“Anggaran 900 itu hanya cukup untuk Pusat Pengendalian Operasi (pusdalop) sejumlah 10 orang dan relawan 25 orang. itupun Hanya cukup buat bantuan sandang pangan,” kata Hemi.

Mengacu pada peraturan perundangan penanggulangan bencana, maka jumlah anggaran harusnya direncanakan untuk pra bencana, pengurangan resiko bencana dan penanggulangan pasca bencana.

” jika tidak bisa tercover semua maka dipastikan akan mengganggu proses penanganan tanggap darurat bencana,” sergah Hemi.

Menurut Hemi, kejadian bencana tidak bisa diprediksi, dan bersifat force major.

“jika dibandingkan dengan era Bupatu Jalal, aggaran bencana mencapai 7 milyar,” kata Hemi.

Sedangkan di era Bupati Samsul Hadi Siswoyo, anggaran bencana mencapai 9 milyar.

“Alokasi sebesar itu masih jauh dari wajar, sebab termasuk untuk membayar gaji dan beberapa kegiatan lainnya yang berhubungan dengan bencana,” imbuhnya.

Rasionalnya, anggaran bencana untuk Kabupaten Jember sekitar 30 milyar (1% dari APBD).

Hemi mencontohkan carut marutnya penanggulangan jebolnya tanggul sungai kencong, sempat terjadi tarik ulur antara pemkab Jember dengan Dinas PU Bina Marga dan SDA Propinsi Jawa Timur.

Sempat dimohon digarap Pemkab Jember, tetapi sepertinya diduga alokasi anggaran tidak cukup, sehingga ditarik kembali.

“Kita belajar dari kejadian yang sudah dialami,” ucap Hemi.

Sementara menurut informasi yang dihimpun Jempol, penanggulangan bencana, meski terseok seok masih terkendali.

Relawan bergerak atas panggilan kemanusiaan, dan hampir dipastikan bekerja tanpa peduli ada atau tidak ada anggara. (#).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini