Menyoal Quo Vadish Persid

0

Oleh : Satrio Budi Darmawan #)

jempolindo.id – Jember.

…………
We are the champions, my friends
And we’ll keep on fighting ‘til the end
We are the champions
We are the champions
No time for losers
‘Cause we are the champions of the world…..

By : Queen

………..

Lirik dan ritme lagu itu membawa angan melambung, membayangkan nasib Persatuan Sepak Bola Indonesia Jember (Persid) yang nasibnya bergantung diawang awang.

Ada harapan diantara kegetiran, juga rasa was was. Bagaimana tidak, tahun 2019 sudah memasuki akhir Januari, tapi sejauh ini belum melihat beberapa agenda persiapan sebagai bentuk nyata apa yang telah dilakukan Persid menghadapi ajang kompetisi tahun 2019.

Secara kelembagaan Persid dirundung nestapa, semakin tidak jelas siapa yang seharusnya bertanggung jawab untuk melakukan agenda persiapan ini. Apakah Yayasan? Apakah Pemerintah Kabupaten Jember ? Untuk menjawab ini perlu kehati hatian, agar tak muncul salah tafsir, lalu saling menyalahkan.

Sepertinya lebih menarik membahas langkah kongkrit bagaimana cerita lama bahwa Persid
ini selalu melakukan seleksi disaat kompetisi akan segera dimulai, dengan kata lain “mepet”.
Dan ujungnya akan berdampak pada prestasi atau capaian Persid itu sendiri.

Ada dua hal yang menurut saya harus jelas dulu.

Pertama, soal Legalitas Persid itu sendiri, dalam artian Persid itu milik siapa?
Siapa yang berhak mendaftarkan Persid berlaga di kompetisi Liga 3 PSSI Asprov Jatim?
Ini point penting dan wajib diketahui oleh seluruh masyarakat umum dan BERNI, supporter setia PERSID.

Kedua, soal Sumber Dana.
Sumber Dana darimana? APBD? Pribadi? atau dari pihak ketiga, Ini juga harus jelas.

Menurut pengalaman
saya mendampingi Manager Persid 2018, Mirza Rahmulyono yang menggunakan dana pribadinya untuk
musim kompetisi tahun 2018, dana yang dikeluarkan tidaklah “sedikit” agar terwujud tim yang semi profesional dan manusiawi.

Iya saya katakan disini “manusiawi”, dalam artian menghargai pelaku sepakbola dengan hak dan segala macam fasilitasya.

Sumber Dana dengan kata lain akan berbicara lebih jauh untuk
menentukan prestasi serta capaian tim itu sendiri.

Solusinya bagaimana menjelaskan masalah Legalitas dan Sumber Dana?

Persid adalah kebanggaan masyarakat Jember. Masyarakat pecinta bola sebagian besar tidak paham status kepemilikan Persid, sehingga memunculkan presepsi seolah olah Persid milik Pemkab Jember.

Padahal, Persid berada dibawah yayasan yang secara kelembagaan notabene bukan milik pemkab, melainkan terbentuk struktur tersendiri yang kepengurusannya terdiri dari DPRD, Dispora, dan Asosiasi Kabupate PSSI Jember.

Mulanya Yayasan terbentuk sebagai prasyarat mengikuti Devisi Utama. Sejak itulah setiap berlaga persid menggunakan Yayasan.

Memperhatikan melemahmya Yayasan, maka dipandang perlu intervensi Pemkab Jember agar Persid mampu mandiri, sekurang kurangnya dengan membentuk TIM INVESTIGASI terkait PERSID, untuk mengetahui permasalahan yang selama ini terjadi di tubuh PERSID.

Harapannya, hasil Tim investigasi dapat merumuskan system yang jelas dan kongkrit untuk PERSID kedepannya.

Semoga usul saya ini bisa didengar, karena ini akan menyelamatkan PERSID dan tentunya perkembangan sepakbola di kabupaten Jember.

Saya rasa itu hal yang cukup mudah dilakukan oleh Bupati Jember. Karena saya juga mendambakan sepakbola yang ” Tegak Lurus ” dikota
Jember tercinta ini.

Salam Satu Suara, Suara Hati!!!

Jember, 24 Januari 2019

#) Penulis adalah Asisten Manajer Persid

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini