Menguji Netralitas KPU

0

“Politisi politisi buruk akan duduk menjadi penguasa bila orang orang baik tidak menggunakan hak pilihnya” William Simon, Menteri Keuangan Amerika.

Silang sengkarut soal tudingan KPU tidak netral mendorong ILC TV one mengangkat tema “Menguji Netralitas KPU”.

Asumsi itu sedikit terkuak setelah Tim BPN Capres Prabowo – Sandi, Priyo Budi Utomo menyampaikan risalah rapat di KPU tentang agenda debat Capres.

Priyo mengakui bahwa beberapa klausul berasal dari usulannya. Seperti usulan agar materi debat disampaikan terlebih dahulu kepada Pasangan Capres dan Cawapres.

“Hal ini penting agar pasangan Capres tidak terjebak dalam jebakan pertanyaan yang justru akan mempermalukan pasangan calon,” kata Priyo.

Pernyataan Priyo bertolak belakang dengan pernyataan Fadli Zon yang menuding KPU telah merencanakan membocorkan kisi kisi pertanyaan debat kepada paslon.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Makruf, Arya Bima menyatakan bahwa saat rapat pihaknya justru bersikap pasip dan tidak mengusulkan apapun, kecuali soal menolak salah seorang calon moderator.

“Saya heran kenapa soal materi rapat antara tim paslon 01, 02 dan KPU kok semuanya bocor ?,” Kata Arya Bima.

Karenanya TKN Jokowi Makruf , Arya Sinulingga menganggap pihak 02 telah dengan sengaja memframing seolah ada kecurangan.

“Padahal semua tudingan pihak 02 kan usulan mas priyo ?,” Kata Sinulingga.

Arya Sinulingga sempat mempermasalahkan PKS yang dianggapnya tidak menolak regulasi soal pembatasan waktu kampanye.

Pernyataan Sinulingga membuat Fahri Hamzah mengklarifikasi tudingan itu.

Golput Akan Makin Tinggi

Menanggapi serunya perdebatan dalam Diskusi ILC, aktivis HAM Haris Azhar memprediksi akan mendorong masyarakat untuk bersikap Golput. Karena melihat kelakuan politisinya yang tidak bertanggung jawab.

Kata Haris, dalam diskusi ILC tergambar betul bahwa Timses Paslon hanya berpikir kepentingannya sendiri dan KPU nya kedinginan ditengah.

“KPU kewajibannya memfasilitasi aspirasi masing masing paslon dan KPU harus menentukan sikap” kata Haris.

Menurut Haris, titik masalahnya adalah pada KPU yang mencoba mencari kesepakatan. Sementara adalah tidak mungkin dicapai kesepakatan.

‘KPU adalah titik zona netral, jangankan cuma pemilu, saat perang saja ada zona damai” tandas Haris.

Karenanya kata Haris, KPU mestinya tidak hanya netral tetapi juga harus menunjukkan ghirahnya.

Dengan pola permainan ini, menurut Haris KPU justru terlihat sengaja memelihara konflik.

Haris mencontohkan keterlibatan Ketua Komnas HAM dan Ketua KPK dalam agenda debat.

“Komnas HAM dan KPK adalah lembaga negara dan tidak boleh masuk ke ranah politik.” Tegas Haris.

Haris juga menghendaki materi debat yang bisa dimengerti oleh masyarakat lapis bawah.

Sandaran KPU Bukan Paslon

Mantan Anggota KPU 2004 Chusnul Mar’yah, menyoal pembahasan debat dan visi misi yang tidak bersandar pada regulasi tentang kewengan yang diatur dalam P KPU.

“Coba lihat Pasal 277, 274, 275 Visi dan Misi wajib bukan sunnah lagi,” tegas Chusnul.

Menurut Chusnul, KPU mestinya tegas bersandar pada konstitusi. Debat adalah bagian dari metoda kampanye. Tujuannya adalah mematikan, pemilih yang masih mengambang.

“Debat adalah tarung derajat. Urusannya bukan hanya menarik, tetapi rakyat harus memilih calon pemimpinnya. Debat adalah alat ukur antara amanah dan khianat,” kata Chusnul.

Debat Tetap Dilaksanakan

Anggota KPU Wahyu Setiawan, menjawab keraguan Chusnul dengan menyebut UU 7 th 2017 Debat akan dilaksanakan sebanyak 7 kali.

“KPU tetap akan melaksanakan debat” kata Wahyu.

Wahyu menegasakan KPU berkewajibannya melayani rakyat mendapatkan informasi yang benar tentang pemilu, karenanya KPU tidak pernah tunduk pada timses manapun.

Bukan menguji intregritas.

R

ocky Gerung mengkritisi kata netralitas dalam diskusi, menurut Rocky harus KPU bukan hanya netral tetapi juga berintregritas.

Jika begini terus maka publik akan memilih 00 dan meninggalkan 01 dan 02″ cemas Rocky.

Kata Rocky , Taglinenya yang dikemukakan untuk menyelamatkan paslon agar tidak dipermalukan publik.

Jika KPU tidak bisa jawab maka ke empat empatnya punya potensi dipermalukan publik

“Jika memberi gimick Kisi kisi sama saja dengan membocorkan soal dan mempermalukan nalar publik.” Kata Rocky.

KPU takut, grogi, gugup karena berada dalam ketidak pastian. KPU maunya win win solution, dua duanya menang.

“Tugas etis KPU mencerdaskan kehidupan demokrasi bangsa ini.” Tandasnya.

Menurut Rocky, Indonesia harus maju dengan pikiran radikal, sebelum selfi selfi.

Clossing Statement

Mahfud MD , memberikan clossing statement dengan memberikan semangat menghadapi cecaran kritik.

“KPU harus siap dengan datangnya kritik,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, KPU tidak melanggar aturan, kalaupun langsung debat.

” masak dalam debat tidak ada visi misi ?” Kata Mahfud.

Ahirnya Karni Ilyas menutup diskusi dengan pernyataannya Bahwa akar masalahnya adalah ketidak percayaan.

—————

“Politisi politisi buruk akan duduk menjadi penguasa bila orang orang baik tidak menggunakan hak pilihnya” William Simon, Mantan Menteri Keuangan Amerika.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini