Menjawab Kontroversi Selamat Natal

0
  • KH Ma’ruf Amin
    Kiai Ma’ruf Amin sebelumnya pernah disebut-sebut media online, seperti Nahimunkar.com, telah mengumumkan ucapan Selamat Natal untuk umat Kristen haram. Saat ini Kiai Ma’ruf Amin yang sedang menjadi Rois Aam PBNU memang sangat strategis dicatut atas nama NU. Namun, media online yang membuktikan berita tersebut tidak benar.
  • Ahmad Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU, mengkonfirmasi langsung pada K.H. Ma’ruf Amin terkait berita yang beredar mengenai larangannya mengucapkan Selamat Natal.
  • “Selamat Hari Natal” itu sama seperti ketika Umat Kristiani mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk umat Muslim.
  • KH Said Aqil Siradj
    Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. Said Aqil Siradj, menyatakan boleh mengucapkan Selamat Natal pada umat Kristen. Menurutnya, dalil yang digunakan dalam melarang ucapan Selamat Natal oleh pihak yang mengharamkan tidak tepat. Biasanya, mereka mengutip ayat Alquran surah al-Kafirun dan hadis man tasyabbaha bi qaumin Tahuna minhum ..
  • Syafii Maarif
    Ucapan Selamat Natal sama saja seperti menyambut Selamat Pagi menurut Syafii Maarif. Mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini menyatakan selamat datang. Pria yang akrab dipanggil Buya ini menganggap lucu umat Islam yang melarang mengucapkan Selamat Natal ini.
  • Buya Hamka
    Putra Buya Hamka, Irfan Hamka menyampaikan pada Republika.co.id, semasa hidupnya Buya Hamka biasa mengucapkan Selamat Natal pada tetangganya yang beragama Kristen saat mereka tinggal di Kebayoran Baru. Menurut Irfan, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat Buya meminta persetujuan itu bukan larangan Selamat Natal. Akan tetapi larangan mengikuti ibadah Natal bersama umat Kristen.
  • Cholil Nafis, Ph.D.
    Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Cholil Nafis, mengucapkan Selamat Natal itu boleh. Pria asal Madura ini mengatakan ucapan Selamat Natal untuk menghormati mereka dan Nabi Isa as boleh saja. seperti yang dirilis Detik.com.
  • Emha Ainun Najib (Cak Nun)
    Dalam pengajiannya yang di tayangkan di Youtube menjawab pertanyaan soal hukum mengucapkan selamat natal:
    “Apa kalo mengucapkan selamat natal lantas Islammu hilang? Ya gak toh …. Sama saja kalo ada kondangan manten, apa kalo kamu gak ganti manten bawa acara mantennya batal. Ya gak ada urusan dengan isinya Natal ”
    Semoga menjadi bahan renungan bersama
    Soal siapa yang benar wallahu a’lam. (#)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini