Bupati Faida : “Mangkane Ojo Bengak Bengok Pak Rohim Sing Penting Di Coblos”

0

jempolindo.id – sekitar 2587 Perangkat Desa se kabupaten Jember penuhi aula PB Sudirman Pemkab Jember, dalam acara Kongres Perangkat Desa, Sabtu (15/12/18). Bupati Jember dr Faida MMR mengingatkan agar pada saat digelarnya pemilu tahun 2019 dan Pemilihan Kepala Desa Serentak tahun 2019 memdatang agar kepala desa, perangkat desa dan BPD tidak terlibat kampanye.

“Mangkane ojo bengak bengok pak Rohim (redaksi : dr Abd Rohim Suami Bupati yang sedang ikut Caleg Partai Nasdem), sing penting nyoblos,” Faida berseloroh disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Netralitas Perangkat

Pesan Faida itu merupakan amanat Permendagri 112 tahun 2014, pasal 30 ayat (2) “pelaksanaan kampanye dilarang mengikut sertakan Kepala desa, perangkat desa dan Anggota BPD”.

‘Tapi kalo tok kotok (redaksi : berbisik) kan boleh bu,” bisik peserta berseloroh.

Faida juga menyampaikan banyak kabar beredar bahwa dirinya mengumpulkan perangkat desa untuk kampanye suaminya.

Dirinya menepis tudingan minor itu. Di depan peserta Faida menyatakan saat pencalonan Bupati Jember tahun 2015, karyawan RS Bina Sehat miliknya saja tidak ada yang diikut sertakan dalam kampanye.

“Kalo sudah kun fa ya kun, jadi maka jadilah,” Faida menyitir Firman Tuhan untuk menegaskan netralitasnya.

Penghasilan Perangkat Desa

Soal pendapatan, jaminan kesehatan dan jaminan ketenaga kerjaan, menurut Faida belum tercapai. Apalagi ketentuan Pendapatan tetap kepala desa, perangkat desa, bpd, rt/rw, opersional pemdes, mengacu PP 47 tahun 2015 pasal 100 huruf (b) yang menyebut bahwa pendapat perangkat desa ditentukan maksimal sebanyak 30 persen dari belanja APBDes.

“Jadi penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa bukan ditetapkan berdasarkan UMR melainkan PP 47 th 2015, yang setiap desa bisa berbeda,” paparnya.

Asuransi Kesehatan
Terkait Asuransi Kesehatan, Faida menyampaikan masih tersisa 35 desa dari 226 desa se kabupaten Jember. Diharapkan tahun 2019 seluruh perangkat desa dan keluarganya sudah tercover.

“Belum tercovernya desa tersisa hanya persoalan administrasi saja,” kata Faida.

Rekomendasi kongres
Kongres bermaksud mensosialisasikan progran dan membahas Permasalhan Desa. Dibagian ahir kongres diharapkan ada hasil rekomendasi aebagai rujukan kebijakan kedepan.

“Hasil rekomendasi akan diserahkan kepada Bupati,” kata Faida.

Kesan Peserta :
Peserta kongres yang terdiri dari perangkat desa sekabupaten Jember, menyambut positip gelaran kongres. Meski ada beragam respon dari peserta.

Ada yang asal hadir, cuek dengan pembahasan ada juga yang serius menanggapinya.
“Nemoh Bupati engak Bu Faida, tak kerah nemoh, dimmah?,” Celetuk peserta yang perangkat desa itu, dalam kelakar bahasa Madura. Agak sulit mencari padan kata dalam Bahasa Indonesianya, kira kira saja :”ada Bupati seperti Faida, tidak ada”.($)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini